Kebijakan Imigrasi AS Picu Kekacauan di Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Kebijakan imigrasi ketat dari pemerintahan Presiden Donald Trump memicu kekacauan dan kebingungan bagi para penggemar serta pemain saat turnamen Piala Dunia FIFA 2026 dimulai di Meksiko pada Kamis, 11 Juni 2026.

Pihak berwenang Amerika Serikat mengonfirmasi pengerahan agen Imigrasi dan Penegakan Hukum Amerika Serikat (ICE) di stadion-stadion, yang kemudian memicu kecaman dari berbagai organisasi hak asasi manusia serta serikat pekerja.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin menegaskan kehadiran para agen tersebut di area pertandingan sepak bola terbesar di dunia tersebut.

“...ICE always says immigration enforcement. We’re always going to do that,” ujar Markwayne Mullin, Menteri Keamanan Dalam Negeri.

Pernyataan tersebut bertentangan dengan jaminan yang diberikan oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio kepada komite tuan rumah Piala Dunia 2026 di Miami seminggu sebelumnya bahwa ICE tidak akan hadir di stadion.

“fans, players, journalists and other visitors traveling for the 2026 FIFA Men’s World Cup could be at risk of serious rights violations as the Trump administration doubles down on its draconian immigration and anti-human rights agenda.” tulis lebih dari 120 kelompok hak-hak imigran dalam peringatan perjalanan mereka.

Penolakan visa juga menimpa Omar Abdulkadir Artan, wasit asal Somalia yang batal memimpin pertandingan karena masalah penyaringan dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP), meskipun ia memegang visa valid.

“FIFA is not involved in host country immigration processes, including visa adjudications… In line with previous FIFA events, a host government ultimately determines who receives a visa and who is admitted into their country.” kata pihak FIFA saat menanggapi penolakan visa Artan.

Pengetatan ini berdampak pula pada tim nasional Iran yang terpaksa memindahkan markas latihan mereka ke Meksiko demi menghindari ancaman dari presiden di media sosial.

“We want to unite the world, and we will unite the world next year…So again, everyone will be welcome, be positive and you will see it will be a great, great celebration of the greatest FIFA World Cup ever.” kata Gianni Infantino, Presiden FIFA pada tahun 2025.

Kondisi ini memicu reaksi keras dari New York City yang akan menjadi lokasi pertandingan final sepak bola tersebut.

“The World Cup is supposed to be a celebration of the world as a whole. And some of the decisions that we’ve seen been taken by the federal administration… is anathema to what this tournament is supposed to be about.” ujar Zohran Mamdani, Wali Kota New York City.

Di sisi lain, organisasi hak asasi manusia internasional mendesak para sponsor korporat Piala Dunia untuk ikut menekan pemerintah Amerika Serikat agar menghentikan operasi penegakan imigrasi.

“FIFA’s corporate sponsors together pay billions of dollars because they want to be associated with ‘the beautiful game,’ not the US government’s cruel immigration crackdown,” kata Minky Worden, pejabat senior di Human Rights Watch.

Minky Worden meminta para mitra bisnis FIFA bersikap tegas untuk melindungi reputasi turnamen akbar ini dari dampak kebijakan domestik tuan rumah.

“World Cup sponsors and partners should call for an ICE Truce as the best way to ensure the tournament is not tarnished by the Trump administration’s abusive immigration policies,” tambah Minky Worden, pejabat senior di Human Rights Watch.

Dari sembilan belas sponsor yang dihubungi, perusahaan seperti Adidas, Coca-Cola, Lenovo, McDonald's, Unilever, dan Visa telah memberikan respons formal mengenai komunikasi mereka dengan FIFA terkait hak asasi manusia.

“We routinely and regularly engage with FIFA and relevant stakeholders on human rights risks associated with its tournaments, including the 2026 FIFA World Cup,” tulis manajemen McDonald’s dalam surat balasan mereka.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed