Keluarga Srivaddhanaprabha Jual Leicester City Usai Alami Kerugian Besar
Pemilik Leicester City, keluarga Srivaddhanaprabha melalui King Power International, resmi memasarkan klub sepak bola asal Inggris tersebut kepada calon investor setelah mengalami penurunan performa dan krisis finansial yang signifikan. Proses penjualan klub berjuluk The Foxes ini ditangani oleh bank investasi global Citigroup melalui penyebaran berkas promosi penjualan bertajuk Project Lineup kepada sejumlah calon pembeli potensial. Paket penjualan tersebut mencakup seluruh portofolio klub, mulai dari tim utama, tim putri, akademi kategori satu, klub saudara OH Leuven di Belgia, hingga Stadion King Power dan pusat latihan Seagrave.
Meskipun pihak pemilik mematok harga awal hingga 222 juta poundsterling, nilai transaksi akhir diproyeksikan berada di kisaran 148 juta poundsterling hingga 200 juta poundsterling akibat penurunan divisi dan beban utang klub.
Langkah pelepasan kepemilikan ini diambil setelah Leicester City mencatatkan kerugian finansial yang mencapai triliunan rupiah dalam beberapa musim terakhir, ditambah sanksi pengurangan poin akibat pelanggaran aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan. Kemerosotan prestasi di lapangan turut memperburuk situasi klub yang kini harus berlaga di League One atau kompetisi kasta ketiga sepak bola Inggris setelah mengalami tiga kali degradasi sejak menjadi juara Premier League pada 2016.
Gejolak keuangan dan penurunan kasta tersebut memicu ketegangan antara manajemen dan kelompok pendukung klub yang menyuarakan kekecewaan atas arah pengelolaan organisasi. Organisasi kelompok suporter Leicester City, Foxes Trust, memberikan kritik keras terhadap penurunan performa klub yang terjadi secara drastis dalam beberapa tahun terakhir.
"Lima tahun lalu, klub kami adalah tim Premier League mapan dengan skuad, akademi, reputasi, dan fasilitas yang kuat—belum lagi keberhasilan meraih trofi baru-baru ini," tulis organisasi kelompok suporter Leicester City, Foxes Trust. Mereka menegaskan bahwa kondisi pengelolaan klub saat ini telah memicu krisis mendalam yang berdampak langsung pada posisi tim di dalam maupun di luar lapangan. "Sejak saat itu, kemerosotan klub kami yang mengkhawatirkan, baik di dalam maupun di luar lapangan, telah menjadi sebuah bencana," tulis organisasi kelompok suporter Leicester City, Foxes Trust.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari pihak manajemen Leicester City mengenai perkembangan negosiasi dengan para calon investor yang telah menerima dokumen Project Lineup.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow