Leicester City Dijual Rp5,4 Triliun Usai Terdegradasi dan Alami Kerugian Finansial
Keluarga Srivaddhanaprabha resmi menjual klub sepak bola asal Inggris, Leicester City. Langkah ini diambil usai klub terus melami kerugian finansial yang berkelanjutan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Selain kerugian finansial, klub yang pernah menjuarai Premier League musim 2015/2016 ini juga terdegradasi ke League One untuk musim 2026/2027 akibat sanksi pengurangan poin akibat pelanggaran aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR).
Detail Penawaran dan Estimasi Nilai Klub
Pemilik klub menawarkan seluruh portofolio Leicester City melalui proposal bernama 'Project Lineup'. Harga penawaran tersebut dibuka mulai dari 222 juta Pounds atau setara dengan Rp 5,4 triliun.
Penawaran ini mencakup aset penting milik klub. Aset tersebut meliputi Stadion King Power, pusat pelatihan Seagrave, serta Belvoir Drive yang ditaksir memiliki nilai total 204 juta Pounds.
| Aset Klub | Rincian Termasuk |
|---|---|
| Fasilitas Utama | Stadion King Power, Pusat Pelatihan Seagrave, Belvoir Drive |
| Nilai Aset Fasilitas | 204 juta Pounds |
| Harga Penawaran Pemilik | 222 juta Pounds (Rp 5,4 triliun) |
| Tafsiran Nilai Pasar Realistis | 150 juta Pounds (Rp 3,6 triliun) |
Meskipun ditawarkan Rp 5,4 triliun, nilai pasar Leicester City saat ini diperkirakan hanya berada di angka 150 juta Pounds atau sekitar Rp 3,6 triliun. Penurunan nilai ini dipicu oleh merosotnya performa tim ke kasta ketiga.
Laporan Kerugian Finansial Lima Tahun Terakhir
Leicester City tercatat terus mengalami defisit keuangan yang membengkak. Kerugian finansial terjadi berturut-turut dalam lima tahun terakhir hingga menembus angka puluhan juta Pounds per periode pencatatan.
| Periode Laporan Keuangan | Jumlah Kerugian (Pounds) |
|---|---|
| Laporan 1 | 92,5 juta Pounds |
| Laporan 2 | 89,7 juta Pounds |
| Laporan 3 | 19,4 juta Pounds |
| Laporan Terbaru | 71,1 juta Pounds |
Pemimpin Keluarga Srivaddhanaprabha, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, awalnya menolak wacana untuk menjual klub tersebut. Namun, keputusan jual akhirnya diambil karena pihak pemilik tidak sanggup lagi menahan beban kerugian yang terus berlanjut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow