Kemensos Gandeng TNI dan Polri Perkuat Program Sekolah Rakyat
Kementerian Sosial menggandeng TNI dan Polri untuk memperkuat kedisiplinan serta kemandirian siswa Sekolah Rakyat melalui Program Bakti Taruna di Pacitan, Jawa Timur. Langkah ini berjalan sejajar dengan target perluasan fasilitas pendidikan berasrama tersebut di berbagai wilayah Indonesia.
Penguatan karakter siswa di SRMA 46 Pacitan dilaksanakan melalui pembinaan langsung oleh Taruna Akademi Militer selama sepekan pada 1-7 Agustus 2026. Pelatihan mencakup Peraturan Dinas Dalam, wawasan kebangsaan, kepramukaan, dan bela negara untuk membentuk kebiasaan mandiri di lingkungan asrama.
Kegiatan tersebut ditujukan untuk melatih tanggung jawab peserta didik sejak dini melalui pembiasaan hidup tertib.
"Kami ingin menanamkan kedisiplinan sejak hal-hal yang paling sederhana. Ketika siswa terbiasa menghargai waktu, menjaga kerapian, dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, itu menjadi bekal penting untuk meraih kesuksesan," kata Taruna Akmil, Ivan Nur Faiz Sudirman.
Pembinaan kedisiplinan ini diharapkan dapat menjadi fondasi utama bagi seluruh siswa yang menjalani pola pendidikan berasrama penuh.
"Semua cita-cita bisa tercapai apabila ada kemauan, usaha, disiplin, dan tidak melupakan Tuhan dalam setiap langkah," ujarnya.
Pelatihan langsung di lapangan tersebut memberikan pengalaman baru bagi para siswa yang baru pertama kali tinggal di asrama.
"Sebelumnya saya sudah bisa merapikan tempat tidur, tetapi setelah diajari kakak-kakak taruna caranya lebih cepat, lebih rapi, dan lebih efisien," kata siswa SRMA 46 Pacitan, Tiwik Agustin.
Selain memberikan keterampilan praktis, pembinaan rutin ini memotivasi sejumlah siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang militer.
"Saya melihat mereka disiplin, kompak, dan bertanggung jawab. Saya berharap suatu saat bisa mengikuti jejak mereka masuk Akademi Militer," ujar siswa SRMA 46 Pacitan, Angga Anta Ramadhani.
Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa pola pengasuhan berasrama 24 jam membutuhkan penyesuaian berkelanjutan agar karakter siswa terbentuk optimal.
"Anak-anak tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar membangun karakter melalui pembiasaan sehari-hari. Kehadiran para taruna memberikan teladan langsung mengenai pentingnya disiplin dan semangat meraih cita-cita," kata Kepala SRMA 46 Pacitan, Bayu Arifyanto.
Di tingkat pusat, integrasi seluruh unit kerja Kementerian Sosial menjadi kunci utama dalam memastikan keberlanjutan dan perluasan cakupan program Sekolah Rakyat.
"Ketika kita membahas Sekolah Rakyat, pada dasarnya adalah ini bisnis semua UKE, bisnis semua unit kerja. Karena di sana ada anak-anak yang perlu di rehabilitasi, karena memiliki masalah-masalah tertentu, karena di Sekolah Rakyat juga butuh pemberdayaan yang menjadi rangkaian dari perlindungan dan jaminan sosial," kata Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.
Skema pengentasan kemiskinan ini dijalankan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional dengan memberikan intervensi bersamaan kepada siswa dan keluarganya.
"Orang tuanya diberi perlindungan dan jaminan sosial, orang tuanya diberi PBI, orang tuanya direhabilitasi, orang tuanya didorong untuk bisa lebih berdaya, sehingga antara anak dan keluarganya menjadi kesatu-kesatuan untuk diintervensi secara bersama-sama agar mereka graduasi," ujarnya.
Pemerintah juga menyiapkan penambahan infrastruktur fisik secara bertahap guna mengantisipasi lonjakan kapasitas tampung peserta didik baru.
"Sekolah Rakyat ada target tambahan dari Presiden, kalau sekarang sudah 100 (Gedung), sekarang dalam proses itu 100 lagi sampai 150. Sehingga tahun depan itu ada (sekitar) 250 gedung permanen Sekolah Rakyat yang bisa menampung sekurang-kurangnya itu 140 ribu (siswa)," kata Saifullah Yusuf.
Kementerian Sosial menegaskan bahwa proses pengadaan barang dan fasilitas pendukung wajib dilakukan secara presisi serta akuntabel.
"Jadi sekarang ini memang nggak bisa main-main, nggak bisa kita otak-atik gitu loh, udah nggak jamannya lagi. Itu yang saya pesankan betul ini kepada seluruh tim pengadaan di Kementerian Sosial," tegasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow