Kementerian ESDM Siapkan Mitigasi Cegah Migrasi Konsumen Pertamax ke Pertalite di Jakarta

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi adanya potensi perpindahan konsumsi masyarakat dari bahan bakar minyak jenis Pertamax ke Pertalite.

Potensi migrasi ini muncul setelah harga BBM nonsubsidi RON 92 tersebut mengalami lonjakan sebesar 32% menjadi Rp16.250 per liter.

Langkah Mitigasi Melalui Sistem MyPertamina

Pemerintah langsung menyiapkan langkah mitigasi guna mendorong pemanfaatan subsidi tepat sasaran melalui serangkaian pengetatan di lapangan.

Juru bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan bahwa PT Pertamina Patra Niaga (PPN) sudah mengoperasikan sistem MyPertamina yang mewajibkan pembelian BBM bersubsidi menggunakan QR-code.

Langkah pengetatan ini diambil guna memastikan alokasi BBM bersubsidi tidak mengalami kebocoran akibat lonjakan harga produk nonsubsidi.

Jenis BBM Harga Lama (per Liter) Harga Baru (per Liter) Kenaikan (%)
Pertamax (RON 92) - Rp16.250 32%
Pertalite (RON 90) - Tetap 0%

Peningkatan Pengawasan untuk Tindak Pelanggaran

Selain digitalisasi sistem, Kementerian ESDM berkomitmen menindak tegas seluruh oknum yang menyalahgunakan pemanfaatan BBM bersubsidi.

“Antisipasi, mitigasi pasti dilakukan. Misalnya, saat ini untuk akses BBM subsidi kan menggunakan QR ya, walaupun mungkin banyak juga oknum-oknum yang mengakali ini. Namun, Menteri ESDM sudah meminta untuk Pertamina dan pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan di bawah,” kata Anggia, Kamis (11/6/2026).

Melalui pengawasan ketat, pemerintah berharap kuota BBM bersubsidi tetap aman dan dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar berhak.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed