Kemlu Pastikan Keselamatan WNI Pascagempa Kembar di Venezuela

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan seluruh warga negara Indonesia di Venezuela berada dalam kondisi aman setelah wilayah utara negara tersebut diguncang gempa kembar bermagnitudo 7,2 dan 7,5 pada Rabu, 24 Juni 2026. Pemerintah setempat langsung menetapkan status darurat akibat kerusakan masif infrastruktur.

Kondisi para warga negara Indonesia dikonfirmasi langsung oleh otoritas diplomatik terkait guna menenangkan kekhawatiran publik. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Caracas segera melakukan peninjauan terhadap fasilitas dan personel mereka di sana.

"Pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak 3 (tiga) orang, dalam kondisi aman, selamat, dan sehat. Gedung Kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta dalam keadaan baik dan seluruh staf dalam keadaan selamat," kata Yvonne Mewengkang, Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri.

Kementerian Luar Negeri terus memantau perkembangan situasi geografis di wilayah pesisir serta bersiap mengantisipasi segala kemungkinan dampak lanjutan. Upaya mitigasi diperkuat dengan memfungsikan saluran komunikasi khusus bagi para WNI.

"Jalur komunikasi darurat telah dibuka untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan pemutakhiran kondisi WNI secara berkala. KBRI terus memantau informasi resmi pemerintah Venezuela terkait potensi gempa susulan dan bahaya pesisir," tutur Yvonne Mewengkang, Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri.

Imbauan resmi juga dikeluarkan agar seluruh warga Indonesia mematuhi protokol keselamatan yang diterbitkan oleh pemerintah setempat. Kontak darurat disediakan agar akses bantuan dapat dijangkau sewaktu-waktu.

"Seluruh WNI yang berada di Venezuela diimbau untuk terus wasnapada, mengikuti arahan otoritas setempat dan apabila membutuhkan bantuan segera menghubungi Hotline KBRI Caracas di +58 4120217263 / +58 4122340100 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri di +62 812-9007-0027," ujar Yvonne Mewengkang, Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri.

Selain memastikan keselamatan warga negaranya, Indonesia menyatakan solidaritas internasional kepada masyarakat internasional yang terdampak. Ungkapan bela sungkawa disampaikan seiring harapan pemulihan situasi pascabencana.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan duka yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela atas musibah ini, serta berharap proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat," kata Yvonne Mewengkang, Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri.

Pernyataan terpisah dari jajaran internal kementerian turut memperkuat laporan mengenai kondisi fisik fasilitas diplomatik di wilayah terdampak guncangan. Gedung kedutaan dilaporkan tidak mengalami dampak fatal secara arsitektural.

"Gedung Kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti dan seluruh staf dalam keadaan selamat," ujar Heni Hamidah, Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI.

Di sisi lain, Pemimpin Sementara Venezuela Delcy Rodríguez mengumumkan keadaan darurat setelah operasional fasilitas penerbangan utama terganggu. Penutupan Bandara Internasional Maiquetia dilakukan akibat dampak guncangan besar.

"kerusakan serius" kata Delcy Rodríguez, Pemimpin Sementara Venezuela.

Pemerintah Venezuela menyampaikan simpati mendalam bagi warganya yang kehilangan kerabat akibat bencana yang meruntuhkan sejumlah gedung di ibu kota. Rodriguez memberikan pernyataan resmi melalui saluran televisi nasional.

"dengan sedih kehilangan anggota keluarga." tutur Delcy Rodríguez, Pemimpin Sementara Venezuela.

Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello memerintahkan penghentian pasokan gas alam ke ribuan rumah untuk meminimalkan risiko kebakaran. Langkah darurat ini diambil bersamaan dengan pengerahan total petugas penyelamat.

"semua badan keamanan dan bantuan, perlindungan sipil, relawan, pemadam kebakaran, polisi" kata Diosdado Cabello, Menteri Dalam Negeri Venezuela.

Penghentian utilitas publik dilakukan demi menjaga keselamatan warga di tengah ancaman kebocoran setelah gempa merusak jalur distribusi kota.

"jenis kecelakaan apa pun" ujar Diosdado Cabello, Menteri Dalam Negeri Venezuela.

Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengeluarkan estimasi pemodelan mengenai besarnya skala dampak bencana sosial ini. USGS memperingatkan adanya potensi korban jiwa dalam skala masif serta potensi bencana turunan di lapangan.

"Bencana ini kemungkinan meluas" kata pihak USGS.

Guncangan hebat tersebut dirasakan langsung oleh warga di pusat kota Caracas, termasuk para jurnalis yang terjebak di dalam bangunan tinggi. Nicole Koster menggambarkan kepanikan saat apartemennya bergoyang keras.

"Ini adalah gempa terkuat yang pernah saya rasakan seumur hidup," kata Nicole Koster, Jurnalis dan kontributor BBC Mundo.

Koster berusaha mencari perlindungan pada elemen bangunan yang dianggap paling kokoh untuk bertahan hidup.

"Saya melihat jendela-jendela besar bergerak. Yang terpikir oleh saya adalah berdiri di antara pintu masuk dan dinding batu, yang menurut saya cukup kuat, untuk mencoba melindungi diri," ujar Nicole Koster, Jurnalis dan kontributor BBC Mundo.

Ketakutan akan runtuhnya seluruh struktur bangunan sempat melanda para penghuni apartemen di tengah malam.

"Guncangannya begitu kuat hingga saya pikir bangunan itu akan runtuh menimpa saya," kata Nicole Koster, Jurnalis dan kontributor BBC Mundo.

Dampak fisik gempa berupa keretakan dinding dan padamnya jaringan listrik dialami meluas oleh penduduk urban perkotaan. Maria Elise melaporkan terputusnya sarana komunikasi akibat robohnya utilitas kota.

"Beberapa dinding apartemen kami retak. Ada tiang listrik yang tumbang, kami tidak memiliki listrik, tidak ada sinyal." kata Maria Elise, Warga Caracas.

Kelompok rentan seperti lansia juga harus dievakuasi secara manual oleh petugas keamanan dari lantai atas gedung hunian yang bergoyang. Upaya penyelamatan terus berjalan di tengah ancaman gempa susulan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed