Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf Peringatkan Amerika Serikat Terkait Pelanggaran Perjanjian Damai

Smallest Font
Largest Font

Hubungan bilateral antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki babak baru setelah kedua kepala negara resmi menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) untuk mengakhiri perang.

Namun, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam dan tidak menolerir segala bentuk pelanggaran terhadap poin-poin kesepakatan damai tersebut oleh pihak Washington.

Ghalibaf mewanti-wanti AS agar tidak mencoba melanggar komitmen kontrak. Ia menyatakan bahwa Teheran memiliki kesiapan penuh untuk menghancurkan musuh jika terjadi tindakan sepihak yang merugikan negaranya.

"Jika terjadi itikad buruk, pelanggaran kontrak, dan tuntutan berlebihan dari pihak lawan, kami tidak akan ragu untuk memberikan respons yang menghancurkan kepada musuh," kata Mohammad Bagher Ghalibaf, Jumat (19/6/2026).

Peringatan Keras Parlemen Iran

Menurut Ghalibaf, pihak militer AS telah menerima banyak pukulan selama perang berlangsung. Pelanggaran terhadap nota kesepahaman ini diklaim akan memicu balasan yang jauh lebih fatal dari sebelumnya.

"Mereka pernah ditampar selama perang; jika mereka ingin menempuh jalan itu lagi, mereka akan menerima tamparan yang lebih keras lagi," ujarnya Mohammad Bagher Ghalibaf, Jumat (19/6/2026).

Berikut adalah rincian mengenai penandatanganan kesepakatan damai yang melibatkan kedua negara kepemimpinan tersebut beserta lokasi kegiatannya.

Pihak Penandatangan Lokasi / Metode Penandatanganan Waktu Pelaksanaan
Presiden AS Donald Trump Istana Versailles, Prancis (Makan malam bersama Emmanuel Macron) Rabu (17/6/2026) malam
Pemerintah Iran Elektronik dan Jarak Jauh (Konfirmasi Kemlu Iran) Rabu (17/6/2026) malam

Mekanisme Penandatanganan Jarak Jauh

Presiden AS Donald Trump menandatangani dokumen tersebut saat menghadiri KTT G7 di Prancis. Trump mengonfirmasi hal ini secara langsung saat meninggalkan lokasi pertemuan diplomatik di Versailles.

"Baru saja menandatanganinya," kata Donald Trump, Kamis (18/6/2026).

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan lewat tanda tangan elektronik oleh kedua presiden.

"Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para Presiden--sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut," kata Esmaeil Baqaei, Jumat (19/6/2026).

Baqaei menambahkan bahwa proses ini sengaja dilakukan secara jarak jauh. Pihak Iran menilai upacara resmi tatap muka tidak terlalu krusial dalam rencana strategis mereka saat ini.

Dampak Krisis Minyak Global

Langkah perdamaian ini diambil AS di tengah situasi mendesak terkait cadangan energi global. Trump mengakui persediaan minyak dunia berada pada titik kritis yang dapat mengancam stabilitas ekonomi.

Tekanan geopolitik mendorong Washington menyetujui persyaratan kerangka kerja yang diajukan Iran demi membuka kembali akses pelayaran komersial vital di kawasan Selat Hormuz.

Komoditas Sisa Cadangan Global Dampak Jika Tanpa Kesepakatan
Minyak Bumi 4 Minggu Kekacauan energi global dan penutupan Selat Hormuz

Dalam forum KTT G7 di Prancis, Trump menggarisbawahi bahwa kesepakatan dengan Iran merupakan solusi krusial untuk mencegah terjadinya krisis pasokan energi global dalam waktu dekat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed