Korsel Siagakan Jet Tempur dan Turki Uji Rudal Hipersonik
Angkatan Udara Korea Selatan mengerahkan armada jet tempur untuk merespons pergerakan sejumlah pesawat militer Rusia yang memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara (KADIZ) di atas Laut Timur pada Rabu, 26 Agustus 2026. Langkah siaga tersebut dilakukan militer Korea Selatan guna mengantisipasi berbagai kemungkinan resiko dari masuknya armada udara asing ke kawasan pertahanan udara mereka. Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengonfirmasi bahwa pergerakan armada udara Rusia tersebut telah terdeteksi sebelum memasuki area penyangga pertahanan udara nasional.
"Militer Korea Selatan mendeteksi pesawat-pesawat Rusia tersebut sebelum memasuki zona dan mengerahkan jet tempur Angkatan Udara untuk bersiap menghadapi kemungkinan apa pun," kata Kementerian Pertahanan Korea Selatan seperti dikutip dari AFP.
Pihak Kementerian Pertahanan Korea Selatan memastikan pesawat militer Rusia tidak melanggar wilayah udara berdaulat negara tersebut, meskipun insiden ini menjadi yang kedua kalinya terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Di belahan wilayah lain, Ankara mengumumkan peluncuran rudal balistik hipersonik buatan dalam negeri terbaru bernama Tayfun Block-4 yang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Roketsan.
Rudal jelajah dengan bobot 7,2 ton dan panjang 10 meter tersebut diklaim memiliki jarak jelajah hingga 1.500 kilometer dengan kecepatan melebihi Mach 5,5 serta tingkat akurasi tinggi. Kehadiran senjata strategis baru milik Turki ini memicu perhatian dari para pengamat militer Israel karena jangkauannya yang mampu mencakup seluruh wilayah Negeri Zionis.
Kendati demikian, para ahli militer Israel menilai bahwa sistem pertahanan udara berlapis milik mereka seperti Arrow 2, Arrow 3, dan David's Sling masih mumpuni untuk menangkal ancaman rudal balistik tersebut. Di sisi lain, dinamika kawasan Timur Tengah juga diwarnai oleh pembentukan pakta pertahanan Mekkah yang diinisiasi oleh poros Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Ketua Gulf Research Center, Abdulaziz Sager, memberikan pandangannya terkait pembentukan blok keamanan baru di kawasan tersebut.
Abdulaziz Sager mengatakan pakta tersebut dapat memperkuat bobot diplomatik dan pertahanan gabungan para anggotanya serta berkontribusi pada sistem keamanan yang lebih digerakkan kawasan itu sendiri.
Sementara itu, Iran menyangkal telah menerima undangan resmi untuk bergabung ke dalam pakta pertahanan yang sering dijuluki oleh sejumlah pengamat sebagai blok pertahanan regional tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow