Korsel Siapkan Pengerahan Pasukan Militer ke Selat Hormuz
Pemerintah Korea Selatan sedang menyiapkan pengerahan armada militer ke Selat Hormuz sebelum akhir tahun 2026 guna mendukung kebebasan navigasi di jalur pelayaran strategis tersebut. Pengajuan mosi persetujuan ke parlemen dijadwalkan berlangsung pada September 2026 setelah melalui peninjauan tingkat kabinet.
Langkah pertimbangan ini mencakup pengerahan pesawat patroli maritim P-8, kapal pendukung logistik, unit pendeteksi dan pembersih ranjau laut, serta tim penjinak bahan peledak. Langkah tersebut diambil untuk menjaga kelancaran pasokan energi global di kawasan yang tengah diselimuti ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Rencana pengiriman aset militer ini mengemuka setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik Seoul yang dinilai enggan membantu Washington dalam ketegangan melawan Iran. Hal tersebut diiringi langkah Amerika Serikat mengurangi skala latihan militer gabungan dengan Korea Selatan.
Pejabat Kementerian Pertahanan Nasional Korea Selatan menyampaikan kesiapan operasi angkatan laut tersebut kepada media SBS.
"Kami sedang melakukan persiapan konkret untuk mengirimkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz," ujar seorang pejabat Kementerian Pertahanan Nasional Korea Selatan.
Pembahasan teknis mengenai dukungan pangkalan operasi juga mulai dibicarakan bersama beberapa negara mitra seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.
"Saya memahami bahwa pembahasan mengenai pelabuhan pangkalan dan pangkalan operasional juga sedang berlangsung dengan negara-negara terakhir," ucap seorang pejabat tinggi militer Korea Selatan.
Guna merealisasikan rencana pengiriman pasukan tersebut, pemerintah Seoul harus melewati beberapa tahapan prosedur hukum internal, yakni penetapan keputusan Dewan Keamanan Nasional (NSC), kelulusan resolusi rapat kabinet, hingga pengesahan persetujuan dari Majelis Nasional.
Istana Kepresidenan Korea Selatan atau Blue House menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan final terkait pengiriman armada tersebut.
"Laporan yang menyebutkan bahwa pemerintah telah menyetujui pengerahan tersebut berbeda dari fakta yang ada," tegas pihak Istana Kepresidenan Korea Selatan.
Juru bicara kepresidenan menambah keterangan bahwa pembahasan sejauh ini masih berfokus pada pengkajian opsi teknis dan penyesuaian aturan hukum dalam negeri.
"Belum ada keputusan yang diambil," tegas pejabat kantor kepresidenan Korea Selatan.
Sebelumnya, pemerintah Korea Selatan sempat menyatakan baru akan menempatkan pasukan ke Selat Hormuz setelah ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran berakhir sepenuhnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow