Saham Samsung dan SK Hynix Anjlok Lebih 30 Persen
Koreksi tajam melanda indeks utama bursa Korea Selatan setelah harga saham dua raksasa semikonduktor, Samsung dan SK Hynix, anjlok lebih dari 30 persen dari titik tertingginya. Penurunan nilai saham secara signifikan ini dipicu oleh kekhawatiran investor terkait efisiensi investasi kecerdasan buatan (AI) serta pengetatan kebijakan moneter domestik.
Sebelum koreksi terjadi, sektor teknologi menjadi motor utama penguatan pasar saham Negeri Ginseng. Pertumbuhan pesat sebelumnya didorong oleh lonjakan permintaan global terhadap chip memori DRAM dan NAND yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur AI. Samsung dan SK Hynix menguasai sekitar setengah dari total pasar memori dunia.
Data dari Wall Street Journal dan TrendForce mencatat performa cemerlang kedua emiten tersebut sebelum mengalami penurunan. Saham Samsung sempat melonjak 113 persen sejak awal tahun serta mencatatkan kenaikan 271 persen dalam 12 bulan terakhir. Sementara itu, saham SK Hynix melesat hingga 183 persen tahun ini dan membukukan lonjakan tahunan mencapai 549 persen. Dominasi kedua produsen chip tersebut sempat menyumbang hingga 60 persen dari total indeks saham Korea Selatan, sebelum akhirnya menyusut ke porsi 40 persen.
Gelombang aksi jual di pasar modal berakar dari evaluasi ulang para investor terhadap besarnya belanja modal infrastruktur AI. Pasar mulai mempertanyakan potensi perlambatan penjualan serta penurunan laba produsen semikonduktor jika tingkat pertumbuhan permintaan chip memori tidak sesuai ekspektasi pesat di awal.
Tekanan pasar kian membesar menyusul keputusan Bank Sentral Korea Selatan yang menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Kebijakan ini meredam minat investor terhadap aset berisiko. Langkah regulasi baru yang membatasi produk investasi berisiko tinggi turut memperberat tekanan likuiditas di bursa saham.
Faktor eksternal juga memengaruhi sentimen pasar, seperti keputusan MSCI yang menempatkan saham Korea Selatan dalam kategori pasar berkembang (emerging markets). Status tersebut membatasi porsi saham Korea Selatan dalam jajaran indeks global sehingga menekan arus modal masuk. Di saat bersamaan, persaingan industri kian memanas seiring munculnya produsen chip alternatif asal Tiongkok, seperti CXMT, yang mulai dilirik oleh perusahaan teknologi global.
Meski menghadapi tekanan teknis dan fluktuasi jangka pendek, fundamental jangka panjang produsen chip memori dinilai masih kuat. Memori High Bandwidth Memory (HBM) produksi Samsung dan SK Hynix tetap menjadi komponen vital bagi server AI modern di tingkat global.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow