Kreator Australia Diserbu Netizen Usai Remehkan Sepak Bola Indonesia
Kreator konten asal Australia, Olan Tekkers, mendapat sorotan tajam dan diserbu netizen Indonesia di akun media sosialnya usai melontarkan pernyataan bahwa Indonesia tidak memahami sepak bola pada Senin (7/9/2026), sebagaimana dilansir dari Bola.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui kanal YouTube The Failed Footballer saat membahas kegagalan Timnas Australia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Australia yang berstatus juara bertahan tersingkir setelah kalah 0-2 dari Timnas Indonesia U-20 dan finis di posisi ketiga Grup H.
Hasil tersebut memastikan Timnas Indonesia U-20 keluar sebagai juara Grup H sekaligus mengamankan tiket ke putaran final Piala Asia U-20 2027, sementara Australia dipastikan gugur dari kompetisi.
"Mari kita membahas Socceroos yang gagal lolos ke Piala Asia. Mereka memenanginya pada 2025 dan sekarang mereka tersingkir. Mereka kalah dari Indonesia, Bro," kata Olan Tekkers.
Kreator konten tersebut kemudian mempertanyakan kemampuan sepak bola Indonesia dalam pembahasan video yang diunggahnya.
"Sekarang, saya tidak ingin bersikap tidak menghormati, tetapi ayolah. Ini Indonesia, Bro. Kalian tahu, orang-orang ini tidak tahu soal sepak bola," ujar Olan Tekkers.
Ia juga menyinggung kebijakan klub-klub A-League yang menahan sejumlah pemain muda untuk persiapan kompetisi domestik.
"Menurut kalian bagaimana? Apakah menurut kalian banyak klub A-League benar karena menahan para pemain mereka karena ini merupakan pramusim dan mereka bisa mengalami cedera, atau menurut kalian tim nasional harus selalu menjadi prioritas utama?" tutur Olan Tekkers.
Absennya nama-nama seperti Lawrence Wong, Medin Memeti, dan Amlani Tatu membuat Australia tidak dapat menurunkan komposisi skuad terbaiknya dalam laga Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 tersebut.
"Para pemain yang tampil di level internasional, bermain di Piala Asia tahun depan, sebenarnya bisa saja melakukan hal-hal luar biasa untuk karier mereka," lanjut Olan Tekkers.
Ia menilai keputusan klub domestik menahan para pemain muda tersebut memberikan dampak negatif bagi peluang karier mereka di tingkat internasional.
"Sekarang, mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk tampil di turnamen tersebut. Menurut saya, A-League jelas salah karena tidak mengizinkan para pemain itu pergi dan bermain untuk negara mereka," kata Olan Tekkers.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow