Kreator Indonesia Berlaga di Kompetisi Live Commerce X THE LEAGUE 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim kreator digital Indonesia berjuang dalam kompetisi perdagangan berbasis konten internasional X THE LEAGUE 2026 yang melibatkan sembilan negara dan delapan tim utama. Perwakilan Indonesia dipimpin oleh Ashanty sebagai kapten, bersama Aurel Hermansyah, Mami Louisse Scarlett, Ibnu Wardani, serta Atta Halilintar sebagai pemain wildcard demi memperebutkan total hadiah senilai USD 500 ribu atau sekitar Rp 9 miliar.

Ajang perdagangan global yang diikuti 32 penjual teratas dari berbagai negara ini menerapkan formula penilaian terukur. Peringkat akhir setiap peserta ditentukan oleh kalkulasi performa penjualan sebesar 50 persen, penyelesaian misi tiap ronde sebanyak 40 persen, dan perolehan suara penggemar sebesar 10 persen.

Masuknya Atta Halilintar dalam jajaran perwakilan Indonesia memberikan dorongan besar pada kapasitas transaksi tim. Pengalaman ekosistem digital yang dimilikinya menjadi aset penting dalam mendulang poin penjualan.

"Atta memiliki pengalaman dalam ekosistem digital serta live shopping yang kuat," ujar sumber dari radarjakarta.id.

Selain strategi penjualan, tim Indonesia memanfaatkan panggung internasional di Korea Selatan untuk mempromosikan warisan budaya. Ashanty dan Aurel Hermansyah tampil mengenakan busana batik serta kain tradisional sepanjang berlangsungnya kompetisi.

"Kami memilih busana tradisional sebagai bentuk pengenalan identitas dan kreativitas Indonesia di panggung internasional," ucap Ashanty.

Sistem kompetisi yang mengombinasikan transaksi langsung dan keterlibatan audiens menuntut setiap tim mengubah popularitas media sosial menjadi performa ekonomi nyata.

"Popularitas saja tidak cukup, setiap tim harus mampu menggerakkan basis penggemar menjadi partisipasi dan transaksi yang konkret," tambah salah satu perwakilan X THE LEAGUE.

Keikutsertaan para pembuat konten Tanah Air dalam ajang global ini menandai penguatan posisi industri belanja siaran langsung nasional di tingkat internasional.

"Kompetisi ini jadi bukti bahwa kreator Indonesia mampu membangun pasar dan komunitas sekaligus membawa produk dan budaya ke audiens global," ujar pengamat digital commerce di Indonesia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed