Thomas Tuchel Panen Kritik setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia

Smallest Font
Largest Font

Taktik defensif pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel menuai gelombang kritik dari berbagai tokoh dunia setelah skuadnya ditumbangkan Argentina 1-2 pada laga semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, pada Rabu (15/7) waktu setempat.

Kekalahan tersebut menggagalkan mimpi Inggris melaju ke final dan memaksa mereka menghadapi Prancis dalam perebutan tempat ketiga di Hard Rock Stadium, Miami, sementara kabut asap dari kebakaran hutan Kanada kini mengancam pelaksanaan laga final antara Spanyol dan Argentina di New York pada Minggu (19/7).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyoroti keputusan taktis Tuchel yang menempatkan kapten Harry Kane di posisi bertahan setelah Inggris sempat unggul lebih dulu lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55.

"Ada pemain hebat di Inggris, yang pernah bermain golf bersama saya. Dia adalah Harry (Kane), yang tampil luar biasa," kata Trump saat berpidato dalam acara FIFA di New York pada Jumat (17/7) waktu setempat yang dihadiri Presiden FIFA Gianni Infantino, seperti dilansir AFP dan BBC.

Trump menilai strategi tersebut sebagai sebuah kesalahan taktis yang tidak biasa bagi tim yang sedang memimpin pertandingan.

"Saya pikir mereka mungkin melakukan kesalahan saat menjadikannya sebagai pemain bertahan. Memangnya apa yang saya ketahui soal sepak bola?" kritik Trump.

Keputusan Tuchel menarik keluar penyerang dan memasukkan barisan bek seperti Ezri Konsa, Nico O'Reilly, dan Dan Burn dinilai membuat pola permainan Inggris berubah pasif menjadi 5-4-1.

"Mereka sempat unggul, lalu mengambil pemain terbaik mereka dan menempatkannya di posisi bertahan," imbuh Trump.

Akibat strategi bertahan total tersebut, bintang Argentina Lionel Messi leluasa mengatur serangan dan mencetak dua assist yang dikonversi menjadi gol oleh Enzo Fernandez serta Lautaro Martinez.

"Kita seharusnya bermain agak menyerang, bukan? Tapi ya sudahlah, saya tidak akan mengkritiknya, apa sih yang saya ketahui soal kepelatihan? Namun, hal itu agak tidak biasa," cetus Trump.

Meskipun dihujani kritik tajam karena dinilai membuat lini tengah Inggris kehilangan keseimbangan, Thomas Tuchel menegaskan dirinya tidak menyesali strategi yang telah diterapkan.

"Tidak, saya tidak menyesali keputusan saya. Menurut saya, permainan kami sudah menjadi terlalu pasif. Saya berusaha membantu tim," ucap Tuchel pada Jumat (17/7).

Kritik pedas juga datang dari legenda sepak bola Spanyol, Iker Casillas, yang menilai pendekatan defensif Inggris sangat keliru dan membuat mereka bermain seperti pengecut.

"Cetak gol lalu bertahan. Pendekatan pengecut. Mereka tidak keluar dari kotak penalti mereka sendiri dan membiarkan Argentina lebih leluasa menyerang. Hasil logisnya pun terjadi," tulis Casillas melalui akun X miliknya, dilansir dari Suara.com.

Mantan kapten Manchester United Wayne Rooney mengambil sudut pandang berbeda dengan menilai Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tetap layak mempertahankan Tuchel yang terikat kontrak hingga 2028, kecuali jika mereka bisa mendatangkan pelatih papan atas lain.

"I do not see any other manager who is better at the moment, unless you can get Pep Guardiola. If Pep is available, then maybe you should change," kata Rooney kepada BBC.

Rooney menambahkan bahwa seorang pelatih kelas dunia dituntut untuk mampu memetik pelajaran berharga dari setiap kegagalan yang dialami timnya.

"According to me he is a world-class manager and what great managers do is learn from mistakes, then develop and get better," ujarnya.

Di balik kegagalan ke final, Liputan6.com melaporkan performa Inggris tetap menjanjikan berkat produktivitas Harry Kane dan Jude Bellingham yang masing-masing mengemas enam gol, serta solidnya debutan Djed Spence di lini belakang.

Sementara itu, Trump juga menyuarakan kekesalannya di Truth Social terkait kabut asap Kanada yang mencemari wilayah New York menjelang laga puncak turnamen.

"Amerika Serikat sedang diinvasi secara tidak perlu oleh udara kotor, tercemar, dan tidak sehat, yang kualitasnya berbahaya dan sama sekali tidak dapat diterima!" kata Trump.

Trump menyatakan akan segera menghubungi pihak berwenang Kanada untuk mendesak penyelesaian masalah polusi udara yang mengancam kesehatan publik tersebut.

"I will be calling the Prime Minister (of Canada) today to find out what they are going to do about it," ucap Trump.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed