KRL Anjlok di Jakarta Kota Picu Keterlambatan Perjalanan Bogor

Smallest Font
Largest Font

Rangkaian Commuter Line Nomor 1203 relasi Bogor-Jakarta Kota mengalami anjlok saat hendak memasuki jalur 9 Stasiun Jakarta Kota pada Jumat (4/9/2026) pagi. Insiden ini mengakibatkan sebanyak 21 perjalanan kereta api terganggu.

KAI Commuter mencatat dampak insiden tersebut memicu keterlambatan perjalanan antara 15 hingga 48 menit. Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap seluruh penumpang yang berada di dalam rangkaian kereta api tersebut.

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menyampaikan kondisi seluruh pengguna kereta api berada dalam posisi aman usai proses evakuasi dilakukan. Pihak operator juga menyampaikan permohonan maaf atas penumpukan penumpang dan penundaan jadwal yang terjadi.

"Seluruh pengguna yang ada di dalam Commuter line tersebut sudah dievakuasi dan semua dalam kondisi aman," kata Leza Arlan, Manager Public Relations KAI Commuter.

Untuk mengurai penumpukan, KAI Commuter sempat memberlakukan rekayasa pola operasi perjalanan. Rute Commuter Line relasi Bogor-Jakarta Kota dipangkas hanya sampai Stasiun Jayakarta atau Stasiun Manggarai sebelum diputar balik menuju Bogor.

Selain itu, Commuter Line Nomor 1021 relasi Bogor-Manggarai perjalanannya dibatasi hanya sampai Stasiun Depok. Sementara itu, perjalanan Commuter Line Nomor 1022 relasi Manggarai-Bogor sempat dibatalkan sepenuhnya selama penanganan berlangsung.

Dampak penumpukan penumpang dirasakan langsung oleh para pengguna KRL, salah satunya Christin yang hendak berangkat kerja menuju kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Akibat insiden ini, Christin terpaksa turun di Stasiun Manggarai dan mengalami penumpukan saat perpindahan peron.

"Minta surat saya, kurang lebih telat 30 menit," kata Christin, salah seorang penumpang KRL.

Ia mengungkapkan keterlambatan tersebut berdampak langsung pada sanksi finansial dari tempatnya bekerja. Aturan di perusahaannya menerapkan pemotongan gaji secara ketat bagi pegawai yang datang terlambat.

"Saya minta karena kantor saya tidak mentolerir keterlambatan. Satu menit telat saja, sudah kena potongan Rp 25 ribu," ujarnya.

Ia menambahkan kondisi Stasiun Manggarai sempat sangat padat karena adanya penumpukan penumpang dari dua rangkaian kereta yang diberhentikan. Para penumpang harus menanti lebih dari 10 menit hanya untuk berpindah peron melalui tangga bawah.

"Padat sekali (Manggarai), buat mau turun pindah peron kan harus turun ke bawah. Itu nunggu 10 menitan lebih karena orangnya banyak banget. Kurang lebih 30 menitan terhenti di Stasiun Manggarai. Ada dua kereta yang diberhentikan di Stasiun Manggarai, 12 gerbong dan 8 gerbong," kata dia.

Christin meminta KAI Commuter melakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana serta prasarana rel kereta api. Hal ini mengingat penundaan perjalanan pada jalur merah cukup sering terjadi akibat berbagai kendala teknis maupun gangguan luar.

"Lebih diperhatikan kondisi kendaraannya karena ini kan yang terjadi kereta INKA, which is kereta baru. Entah jalanannya atau keretanya yang diperiksa, jika ada yang sudah nggak bagus," ujar dia.

Kerugian pengguna KRL dinilai bertambah karena jadwal perjalanan rute Bogor kerap terganggu pada waktu-waktu krusial jam kerja.

"Banyak banget yang rugi kayak gini, untuk jalur red line hampir sering delay seperti ini, waktu itu ada yang tertemper, lalu tawuran antarwarga pada sore hari yang menyebabkan jam pulang kerja jadi sangat malam," imbuhnya.

Setelah penanganan dan evakuasi sarana kereta anjlok selesai dilakukan, operasional Commuter Line relasi Bogor kembali berjalan normal. Penumpang sudah dapat naik dan turun di seluruh peron Stasiun Jakarta Kota.

"Kami menyampaikan permintaan maaf atas kendala yang terjadi. Saat ini KAI Commuter terus fokus untuk menekan keterlambatan perjalanan Commuter Line imbas kendala tersebut," ujar Leza dalam keterangannya.

Proses pemulihan layanan dilakukan secara bertahap hingga seluruh jadwal penerusan kereta api kembali normal sepenuhnya. Pihak operator terus memantau pergerakan lalu lintas kereta guna menekan potensi keterlambatan susulan.

"Sekali lagi kami memohon maaf atas keterlambatan yang terjadi. Di samping itu, KAI Commuter terus berupaya memaksimalkan layanan kepada pengguna Commuter Line," kata Leza.

Pengguna dapat memperbarui informasi operasional KRL melalui aplikasi C-Access, media sosial resmi @commuterline, atau layanan pelanggan KAI 121.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed