Kylian Mbappe Gagal Penalti, Pengaruh Psikologi Olahraga Jadi Sorotan
Kekalahan 0-1 Real Madrid dari Real Betis dalam lanjutan LaLiga di Estadio La Cartuja diwarnai momen krusial saat Kylian Mbappe gagal mengeksekusi penalti pada masa injury time. Tendangan striker asal Prancis tersebut berhasil ditepis oleh kiper Alvaro Valles, sebagaimana dilansir dari Detik Health. Hasil minus ini menahan langkah Los Blancos usai gawang mereka dibobol oleh Troy Parrott.
Kegagalan dari titik putih ini menyita perhatian mengingat rekam jejak Mbappe sebagai pemain tingkat atas yang terbiasa tampil dalam situasi bertekanan tinggi. Penurunan performa seorang atlet saat menghadapi situasi krusial kerap dikaitkan dengan istilah choking under pressure dalam studi psikologi olahraga. Kondisi ini merujuk pada penurunan kinerja seseorang di bawah tekanan berat, meskipun ia memiliki kemampuan teknis yang memadai.
Meski demikian, insiden yang dialami Mbappe tidak bisa serta-merta disimpulkan sebagai choking. Penilaian ilmiah membutuhkan data kondisi psikologis sang pemain saat mengeksekusi bola, sementara parameter tersebut tidak tersedia saat pertandingan berlangsung.
Dampak Tekanan Terhadap Fokus Atlet
Secara umum, tekanan tinggi terbukti memengaruhi kinerja atlet saat beraksi di lapangan. Jurnal ilmiah berjudul Attentional processes and choking under pressure yang terbit pada 2013 menjelaskan bahwa tekanan mental sanggup menurunkan fungsi otak, khususnya pada aspek fokus perhatian.
Riset yang melibatkan 22 anggota tim nasional bola basket tersebut menguji lembaran bola di bawah tingkat tekanan yang berbeda. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa pemain yang mengalami penurunan performa menunjukkan perubahan fokus yang signifikan saat mengeksekusi gerakan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow