LAFC Hadapi Krisis Skuad Tua dan Jadwal Padat di MLS 2026

Smallest Font
Largest Font

Klub sepak bola Los Angeles Football Club (LAFC) menghadapi masalah keterbatasan kedalaman skuad di tengah padatnya jadwal Major League Soccer (MLS) 2026. Pelepasan sejumlah pemain muda membuat tim asal California tersebut kini menjadi skuad tertua kedua di liga. Perubahan komposisi pemain terjadi setelah kepergian Nathan Ordaz ke D.C.

United senilai 2,375 juta dolar AS bulan lalu. Kepindahan tersebut menyisakan penyerang David Martínez (20 tahun) sebagai satu-satunya pemain muda dari kelompok sebelumnya yang diisi Lorenzo Dellavalle, Adrian Wibowo, Matt Evans, Amin Boudri, Artem Smoliakov, hingga Tomas Angel. Kondisi ini memaksa pelatih kepala Marc Dos Santos memeras tenaga para pemain pilar.

Bintang asal Korea Selatan, Son Heung-min, tercatat tampil sebagai starter sejak 17 Juli dan mencatatkan rata-rata 82 menit bermain per laga, atau 657 menit dari total 720 menit dalam delapan pertandingan terakhir.

Manajemen LAFC kini berpacu dengan waktu menjelang penutupan jendela transfer sekunder pada 2 September untuk menambah amunisi. Kendati demikian, aturan pendaftaran pemain MLS membatasi LAFC sehingga tidak bisa mendatangkan pemain Designated Player ketiga pada 2026, meski masih memiliki jatah dua perekrutan U22 Initiative.

Di sektor transfer masuk, LAFC baru menurunkan bek asal Ukraina Yevhen Cheberko (28 tahun). Sementara itu, penyerang Jerman berusia 23 tahun Armindo Sieb, yang dibeli dari Bayern Munich pekan lalu, masih dalam proses integrasi ke dalam tim. Tantangan fisik makin berat karena LAFC harus bertanding di markas Colorado Rapids yang berada di dataran tinggi. Tuan rumah bertekad mengincar kemenangan ketiga berturut-turut di MLS setelah mendapatkan waktu istirahat dua pekan akibat tidak berlaga di Leagues Cup.

Kondisi geografis lokasi pertandingan mendapat tanggapan dari lini pertahanan LAFC. Bek tengah Nkosi Tafari membandingkan bermain di kandang Rapids dengan pengalaman berlaga di ketinggian ekstrim Meksiko pada ajang CONCACAF Champions Cup. "Bagi siapa pun yang pernah bermain di Meksiko, khususnya Toluca, Anda akan tahu apa yang saya maksud. Itu adalah tantangan yang berbeda," kata Nkosi Tafari, bek tengah LAFC.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed