Laju Kenaikan Harga Minyak Dunia Mereda Usai Sinyal Perdamaian Iran
Laju kenaikan harga minyak mentah dunia mulai melambat pada perdagangan Jumat (21/8/2026) setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengisyaratkan keinginan untuk mengakhiri konflik bersenjata dengan Amerika Serikat melalui nota kesepahaman. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance via CNBC, harga minyak mentah berjangka Brent naik 61 sen menjadi US$ 94,39 per barel, sementara jenis West Texas Intermediate AS menguat 23 sen ke posisi US$ 87,06 per barel. Pengetatan harga ini tergolong terbatas jika dibandingkan dengan pergerakan dalam lima hari sebelumnya, di mana Brent sempat melonjak lebih dari 7 persen dan WTI melambung melebihi 8 persen.
Meskipun harga minyak sempat mengalami penurunan pada dua pekan pertama Agustus karena optimisme kesepakatan navigasi Selat Hormuz, ketiadaan realisasi kesepakatan tersebut kembali memicu ketegangan pasokan di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, persaingan di pasar diesel global kian memanas akibat gangguan pasokan di Selat Hormuz serta serangan Ukraina yang mengincar kilang minyak milik Rusia. Komoditas diesel memegang peranan krusial sebagai penopang utama armada transportasi barang, sektor pertanian, dan operasional sejumlah pembangkit listrik global.
Managing Director and Global Head of Commodity Strategy at RBC Capital Markets, Helima Croft memberikan pandangannya terkait kondisi pasar bahan bakar tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow