Liliyana Natsir Bahas Tantangan dan Pesan untuk Calon Pebulutangkis Putri di Audisi PB Djarum 2026

Smallest Font
Largest Font

Legenda bulutangkis Indonesia, Liliyana Natsir, membahas tantangan dalam mencari bibit pebulutangkis putri dan memberikan pesan penting bagi para peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus pada 9-13 September 2026.

Jumlah peserta putri dalam audisi tersebut tercatat sekitar setengah dari peserta putra, yakni 571 dari total 1.601 peserta. Data ini menunjukkan kesulitan dalam menemukan bibit pebulutangkis putri masa depan, meski jumlah peserta putri meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menurut laporan dari Bola.

Liliyana Natsir, yang juga menjadi anggota pencari bakat di audisi, mengungkapkan kegembiraannya atas peningkatan jumlah peserta putri. "Saya melihat peserta lebih banyak di Kudus, lebih banyak dari yang saya lihat di Riau dan Makassar. Harapannya kami bisa menemukan bibit-bibit yang bagus. Makin banyak yang mengikuti audisi di PB Djarum, nantinya akan lebih muda bagi kami memilih yang terbaik," ujar Butet.

Ia menambahkan, "Kita sama-sama tahulah, mencari talenta putri itu lebih sulit ketimbang putra. Dari jumlah peserta saja sudah terlihat, talenta yang ada pun tidak sebanyak yang putra. Namun, kami selalu berharap bisa menemukan pemain yang ke depannya bisa meneruskan potensi menjadi juara."

Liliyana Natsir juga memberikan pesan bagi para calon atlet bulutangkis. Ia menekankan pentingnya disiplin dan kerja keras dalam menjalani hidup sebagai atlet. "Seorang atlet hidupnya harus disiplin, kerja keras, makan teratur, tidur teratur, kalau kalah harus bangkit lagi, melihat saingan atau teman berlatih berat saya harus lebih maksimal lagi. Jadi ada motivasi untuk diri sendiri, tidak perlu dari orang tua atau pelatih," kata Butet.

"Saya rasa kalau teman-teman calon atlet memiliki semangat seperti itu, akan lebih mudah. Teknik dan fisik bisa dilatih, tapi keinginan, tekad, kemauan diri sendiri, harus kembali ke diri sendiri. Mau jadi atlet, ya hiduplah seperti seorang atlet," tegasnya.

Dalam memberikan contoh sikap yang dapat diteladani, Liliyana menyebutkan jiwa kompetitif yang sudah dimilikinya sejak kecil. "Saya dari kecil pembawaannya selalu tidak mau kalah, dalam hal positif. Apa pun itu, saya ingin memberikan hasil terbaik," ujar Liliyana Natsir.

"Itu tertanam dalam diri saya sejak kecil, sehingga meski hanya latihan saya mau memberikan yang terbaik, maksimal. Jadi setiap hari saya melakukan yang terbaik, maka terbentuk seperti itu juga."

Ia juga mengakui bahwa rasa malas dan kekecewaan pernah dirasakannya, namun cepat pulih dengan fokus pada tujuannya. "Rasa malas pasti pernah ada, sehabis kalah down juga ada, tapi saya pulih cepat. Saya fokus tujuan saya, ingin membahagiakan orang tua, ingin menjadi juara dunia, jadi juara olimpiade. Bagaimana pun caranya, saya tidak boleh malas, tidak boleh lemah, harus disiplin," tutupnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed