Lima Gunung Api di Indonesia Erupsi Serentak Ganggu Pertanian dan Aktivitas

Smallest Font
Largest Font

Lima gunung api di Indonesia, yaitu Gunung Anak Krakatau, Gunung Sinabung, Gunung Merapi, Gunung Ibu, dan Gunung Illi Lewotolok, mengalami erupsi abu vulkanik secara bersamaan. Fenomena ini menyebabkan gangguan pada aktivitas masyarakat, termasuk sekolah dan pertanian, di wilayah terdampak, dilansir dari Detikcom.

Kelima gunung tersebut saat ini berstatus siaga, sehingga aktivitas di sekitar daerah tersebut harus dihentikan sementara. Abu vulkanik yang menyebar juga berpotensi merusak tanaman, terutama jika paparan berlangsung lama.

Prof Iskandar, pakar pertanahan dari IPB University, menjelaskan bahwa abu vulkanik menghambat fotosintesis tanaman karena stomata tertutup oleh lapisan abu. Hal ini bisa menyebabkan tanaman gagal berbunga dan gagal panen.

"Jika gangguan berlangsung berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu, dampaknya akan buruk," ujar Prof Iskandar.

Prof Iskandar juga menambahkan bahwa jarak dari pusat letusan memengaruhi tingkat kerusakan tanaman. Di daerah yang dekat dengan pusat letusan, abu yang masih panas dapat menyebabkan kerusakan fisik seperti tanaman layu dan mati.

"Untuk jarak yang relatif dekat, abu vulkanik masih cukup panas dan dapat menimbulkan kerusakan secara fisik. Tanaman layu dan akhirnya mati," jelasnya.

Setelah hujan abu selesai, lahan pertanian terdampak baru dapat diolah kembali. Abu vulkanik tidak boleh langsung dibuang, melainkan dicampur dengan tanah. Petani juga perlu mengukur pH dan daya hantar listrik tanah untuk memastikan kondisi tanah.

Di sisi lain, abu vulkanik dapat menyuburkan tanah yang terdegradasi dengan melepaskan unsur hara seperti kalsium, magnesium, dan kalium setelah terkena air hujan.

"Begitu abu vulkanik yang ada di permukaan tanah terkena air hujan, maka akan dilepaskan berbagai macam unsur yang bermanfaat sebagai hara tanaman, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K) dan lain-lain," ujar Prof Iskandar.

Prof Iskandar berharap hujan abu vulkanik tidak berlangsung lama agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal dan tanah kembali subur.

"Jadi semoga saja 'hujan' abu vulkanik ini tidak berlama-lama, masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan normal dan tanah kembali subur," tutupnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed