Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun

Smallest Font
Largest Font

Setelah 21 tahun berkarier di tim nasional Argentina, Lionel Messi resmi mengumumkan pensiun dari panggung internasional pada usia 39 tahun, sebagai salah satu pemain dengan rekor 207 pertandingan dan 127 gol.

Keputusan ini diambil Messi usai kekalahan Argentina di final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Ia menyatakan bahwa keputusan ini sangat menyakitkan namun sudah waktunya untuk mengakhiri karier internasionalnya.

Messi menyatakan, "Saya selalu memberikan segalanya, bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir saat kami memenangkan segalanya, tetapi juga sebelumnya. Saya berjuang dan memberikan segalanya untuk seragam ini, untuk kebahagiaan dan kebanggaan orang Argentina lewat sepak bola."

Pengumuman ini datang dua hari setelah kekalahan di final Piala Dunia dan setelah kematian ayahnya, Jorge Messi, pada 8 Agustus yang membuatnya semakin yakin untuk pensiun.

Messi mengakui, "Setelah kepergian ayah saya, saya memiliki keraguan serius untuk terus bermain, jadi ini bukan kabar yang tak terduga, tetapi tetap terasa berat."

Karier internasional Messi sangat unik, ia memimpin Argentina meraih gelar Piala Dunia 2022 serta dua gelar Copa America berturut-turut pada 2021 dan 2024, sekaligus melanjutkan warisan Diego Maradona.

Namun, hubungan Messi dengan penggemar Argentina sempat sulit, karena mereka baru sepenuhnya menerima dirinya saat memasuki tahun-tahun veteran, meskipun ia telah diakui sebagai salah satu pemain terbaik dunia sejak lama.

Messi memulai debut internasionalnya pada 2005, dengan catatan awal yang buruk karena mendapat kartu merah dalam pertandingan persahabatan melawan Hungaria. Namun, ia kemudian menjadi pemain termuda yang mencetak gol di Piala Dunia 2006 di Jerman.

Kesuksesan awalnya bersama Argentina termasuk penghargaan Pemain Muda Terbaik Copa America 2007 dan medali emas Olimpiade 2008 di Beijing, yang diperjuangkannya meski ada konflik jadwal dengan klub Barcelona.

Messi mengungkapkan, "Pelatih Pep Guardiola sangat mendukung saya pergi ke Olimpiade, meskipun klub tidak ingin saya pergi. Itu menunjukkan betapa saya mencintai bermain untuk negara."

Ia mencetak gol penting sepanjang Olimpiade dan membantu Argentina meraih medali emas setelah kemenangan melawan Nigeria di final.

Namun, tantangan datang saat Diego Maradona menjadi pelatih pada 2008 dan sempat mengkritik sikap Messi yang dianggap terlalu individualistis, yang memicu keraguan di kalangan penggemar Argentina.

Meski begitu, Maradona tetap membangun tim di sekitar Messi yang pada akhirnya meraih Ballon d'Or pertama dari delapan yang dimenangkan Messi, dan memimpin Argentina di Piala Dunia 2010.

Meski penuh harapan, keberuntungan tidak selalu berpihak pada Messi dan Argentina dalam turnamen tersebut, namun penampilan dan dedikasinya tetap menjadi pusat perhatian.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed