LPA Mataram Usut Dugaan Aborsi Ilegal Rumah Sakit Berbiaya Belasan Juta
Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram mendalami laporan dugaan praktik aborsi ilegal di salah satu rumah sakit swasta di Kota Mataram. Kasus yang menimpa seorang siswi SMA ini terungkap usai pihak keluarga korban melapor ke LPA Mataram pada pekan lalu. Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi, mengonfirmasi bahwa penanganan kasus tersebut bermula saat korban dihamili oleh kekasihnya.
Pihak keluarga dari pacar korban kemudian membawa korban ke rumah sakit serta menanggung seluruh biaya operasional tindakan tersebut. "Awalnya korban dihamili oleh pacarnya. Lalu korban minta pertanggungjawaban, tapi oleh keluarga pacarnya malah dibawa ke rumah sakit itu, dan dibiayai untuk aborsi," kata Joko saat dikonfirmasi detikBali, Minggu (30/8/2026).
Peristiwa medis tersebut dialami korban sewaktu masih duduk di bangku kelas 3 SMA saat usianya belum genap 18 tahun. Pihak keluarga baru menyadari kejadian tersebut sekitar satu bulan lalu sebelum akhirnya menempuh jalur hukum.
"Keluarga korban ini baru tahu, sekitar sebulan lalu. Dan (langsung) melaporkan ke LPA," jelas Joko. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, usia kandungan korban saat tindakan aborsi berlangsung diperkirakan baru menginjak dua bulan. Seorang dokter laki-laki di rumah sakit swasta tersebut ditunjuk untuk menangani proses penghentian kehamilan.
"Rumah sakit swasta. (Dokternya) laki-laki," ungkap Joko. Biaya yang dikeluarkan oleh keluarga pacar korban untuk memuluskan tindakan ilegal tersebut ditaksir mencapai belasan juta rupiah. Korban diberikan obat pemicu pendarahan sebelum akhirnya menjalani prosedur pembersihan rahim.
"Tarifnya Rp 15 juta. (Awalnya) korban dikasih obat, lalu pendarahan, kemudian dikuret," terangnya. Saat ini korban dilaporkan telah ditempatkan di lokasi penanganan yang aman guna pemulihan kondisi fisik serta psikologisnya. LPA Kota Mataram terus melakukan penelusuran lebih lanjut terkait kemungkinan adanya korban lain dalam jaringan praktik tersebut.
"Saat ini korban sudah fit. Korban ada di rumah aman. Saat ini kami tengah mengalami korban-korban lain.
Karena dugaan kita cukup banyak. Ini kan praktik cukup lama," tandasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow