Ma Ning Menjadi Wasit Utama China Pertama di Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Wasit asal China, Ma Ning, mencetak sejarah baru setelah ditunjuk oleh FIFA untuk memimpin pertandingan Grup E antara Ekuador melawan Curacao di Kansas City pada 20 Juni 2026. Penugasan dalam laga tersebut menjadi debut perdana bagi pria berusia 47 tahun itu sebagai wasit utama sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. Catatan ini sekaligus menjadikan Ma Ning sebagai pengadil lapangan pertama dari China yang memimpin laga Piala Dunia dalam 24 tahun terakhir.

Dilansir dari bola.kompas.com, Ma Ning akan didampingi oleh rekan senegaranya, Zhou Fei yang bertugas sebagai asisten wasit, serta Fu Ming yang mengemban tugas sebagai asisten wasit video (VAR).

Sebelumnya, tim perangkat pertandingan asal China ini juga sudah memiliki pengalaman internasional, termasuk saat memimpin laga final Piala Asia AFC 2023 di Qatar pada awal tahun 2024. Peningkatan karier ini diraih setelah Ma Ning sempat menjadi wasit keempat pada Piala Dunia 2022 di Qatar serta bertugas di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025.

Target besar diusung oleh tim pengadil dari Negeri Tirai Bambu tersebut selama menjalankan tugas mereka di wilayah Amerika Utara. "Selama Piala Dunia, kami akan belajar dari wasit terbaik dunia dan membawa pengalaman berharga kembali ke Tiongkok untuk berkontribusi pada pelatihan dan pengembangan wasit Tiongkok," kata Ma Ning seperti dilansir dari Xinhua.

Ia juga menambahkan tekadnya bersama tim untuk menjaga reputasi korps baju hitam dari negaranya di turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut. "Kami juga akan melakukan yang terbaik untuk menunjukkan profesionalisme dan semangat wasit Tiongkok di panggung Piala Dunia," ujar Ma Ning. Sosok Ma Ning sendiri sudah tidak asing bagi publik sepak bola Indonesia karena rekam jejak kepemimpinannya di masa lalu.

Ia tercatat pernah memimpin pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Timnas Indonesia melawan Irak di Stadion King Abdullah, Jeddah, Arab Saudi, pada Oktober 2025.

Kepemimpinan Ma Ning kala itu memicu sorotan tajam dari pihak Indonesia karena dinilai memberikan beberapa keputusan yang merugikan skuad Garuda. Pertandingan tersebut berakhir dengan keputusan kontroversial berupa kartu merah untuk pemain Indonesia Shayne Pattynama serta Manajer Timnas Indonesia saat itu, Sumardji.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed