5 Makanan Kaki Lima Paling Aneh di Dunia Ini Dibuat dari Bahan Unik

Smallest Font
Largest Font

Jajanan kaki lima kerap menjadi cerminan budaya lokal yang paling otentik. Hidangan ini umumnya diracik menggunakan bumbu khas serta resep turun-temurun sehingga menyajikan cita rasa asli daerah setempat. Meski banyak yang menawarkan kelezatan, beberapa negara memiliki hidangan ruang terbuka yang tergolong unik bagi wisatawan luar.

Pengolahan bahan-bahan yang tak lazim ini terbentuk dari tradisi kuliner, faktor iklim, hingga pemanfaatan bahan lokal. Dikutip dari Detik Food, terdapat lima sajian jajanan jalanan paling ekstrem yang biasa dikonsumsi masyarakat di berbagai negara.

Masyarakat Meksiko mengolah larva atau pupa semut menjadi santapan lezat bernama escamoles. Tradisi mengonsumsi hidangan yang sering dijuluki kaviar serangga ini telah berlangsung sejak zaman Aztec.

Bahan utama escamoles dipanen langsung dari sarang semut di bawah tanah atau sekitar kaktus. Para pedagang biasanya menumis larva tersebut bersama mentega, rempah-rempah, dan bawang putih sebelum disajikan di dalam taco hangat. Sajian ini menyimpan nutrisi yang cukup tinggi. Kandungan protein di dalam kaviar serangga tersebut diperkirakan hampir empat kali lipat lebih banyak dibandingkan daging sapi, serta kaya akan kalsium, kalium, natrium, dan vitamin B kompleks.

2. Chapulines dari Meksiko

Selain larva semut, Meksiko juga memiliki kuliner khas berupa belalang panggang bernama chapulines. Makanan ini sangat populer sebagai camilan sehari-hari di wilayah Oaxaca.

Olahan belalang ini dibumbui dengan garam, cabai, air jeruk nipis, dan bawang putih. Chapulines menyajikan tekstur renyah dengan aroma asap yang khas, serta sering dijual di pasar-pasar tradisional maupun arena olahraga.

3. Tarantula Goreng dari Kamboja

Di Kamboja, serangga berkaki delapan seperti tarantula umum dijadikan sebagai bahan makanan. Penduduk lokal telah mengonsumsi olahan ini selama berdekade-dekade dan menyebut rasanya mirip daging kepiting.

Sebelum digoreng hingga renyah, tarantula dibersihkan terlebih dahulu lalu direndam bersama bawang putih dan rempah. Teknik penggorengannya dibuat khusus agar bagian luar terasa garing namun bagian tengahnya tetap lembut.

4. Shirako dari Jepang

Jepang memiliki hidangan musim dingin bernama shirako yang disajikan secara elegan. Sajian ini memanfaatkan organ reproduksi atau kantong sperma dari ikan kod, salmon, anglerfish, hingga ikan buntal.

Bahan khusus tersebut biasanya diproses secara sederhana, seperti dikukus ringan atau dipanggang untuk mempertahankan tekstur lembutnya. Di restoran kelas atas, shirako kerap dijadikan sebagai topping sushi atau sashimi segar.

5. Cuy dari Peru

Masyarakat di kawasan Andes, Peru, telah mengolah daging marmut atau guinea pig yang disebut cuy selama ribuan tahun. Makanan tradisional ini mudah ditemukan di warung pinggir jalan, pasar lokal, hingga festival budaya.

Sebelum dipanggang hingga bagian kulitnya renyah, daging marmut dibumbui dengan aneka rempah. Hidangan ini dikenal memiliki tekstur daging yang lembut dengan cita rasa yang sangat khas.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed