Malik Fadjar Diperingati sebagai Pencetus Hari Buku Nasional
Sosok mendiang Abdul Malik Fadjar menjadi sorotan utama dalam peringatan Hari Buku Nasional yang jatuh pada Minggu, 17 Mei 2026, sebagai tokoh visioner yang menginisiasi momentum kebudayaan tersebut sejak tahun 2002.
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus Menteri Pendidikan Nasional ini dinilai meletakkan buku sebagai fondasi berpikir kritis untuk menghadapi tantangan zaman modern.
Direktur RBC A. Malik Fadjar Institute, Faizin, menerangkan bahwa pencetus Hari Buku Nasional tersebut memandang buku bukan sekadar pelengkap pendidikan formal, melainkan instrumen penting untuk mengatasi kelemahan tradisi berpikir bangsa.
"Bagi Pak Malik, bangsa yang tidak akrab dengan buku akan mudah kehilangan arah, gampang diprovokasi, dan lemah daya nalarnya. Karena itu, Hari Buku Nasional yang beliau gagas bukan sekadar hari peringatan, tetapi alarm kebudayaan agar bangsa kembali membangun tradisi membaca sebagai fondasi kemajuan," ungkap Faizin.
Keputusan meresmikan hari peringatan ini didasari oleh upaya rekayasa budaya guna menyuntikkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya literasi bagi kehidupan berbangsa.
"Sebagai pencetus, beliau selalu melihat buku sebagai alat pembebasan berpikir. Dalam pemikiran Prof. Malik, masyarakat yang rajin membaca akan tumbuh menjadi insan yang kritis, toleran, dan rasional," jelas Faizin.
Wujud nyata kepedulian tokoh Muhammadiyah ini dalam membangun ekosistem literasi dibuktikan melalui pendirian Rumah Baca Cerdas (RBC) di Kota Malang.
Komitmen tersebut juga diperkuat dengan langkah sang tokoh yang menghibahkan ribuan koleksi buku pribadinya ke perpustakaan tersebut agar dapat diakses oleh masyarakat luas.
"Agar budaya baca tidak hilang tertelan hiruk-pikuk zaman, Prof. Malik rela memindahkan koleksi pribadinya untuk memenuhi rak-rak perpustakaan RBC," kenang Faizin.
Lembaga RBC A. Malik Fadjar Institute saat ini telah bertransformasi menjadi laboratorium pemikiran publik melalui pengadaan program Ruang Gagasan, riset pendidikan, hingga pengoperasian Mobil Bakti Untuk Bangsa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow