Manchester City Gunakan AI untuk Kembangkan Pemain Muda Akademi

Smallest Font
Largest Font

Manchester City memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam pembinaan akademi untuk mengembangkan pemain muda secara individu, kata Direktur Akademi Thomas Krucken.

Program "Future Player 2.0" menggunakan AI untuk menilai performa pemain akademi dengan tujuan mencetak pemenang Ballon d'Or. Teknologi ini masih dalam tahap uji coba sebagai bagian dari strategi klub menghadapi persaingan ketat sepak bola.

Krucken menjelaskan, "Visi besar untuk mengembangkan pemenang Ballon d'Or suatu hari nanti menjadi indikator bahwa kami terdorong untuk berusaha menjadi yang terbaik dalam segala hal yang kami lakukan dan belajar dari kegagalan."

AI dikembangkan bersama perusahaan teknologi eksternal, dengan klub menetapkan indikator performa utama berdasarkan standar pemain tim utama. Data pemain akademi dibandingkan untuk mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan.

Contohnya winger Ryan McAidoo yang baru dipromosikan ke skuad utama musim ini. "Ketika dia datang, dia sudah luar biasa. Namun, ini tentang lima atau 10 persen terakhir dan bagaimana mempersiapkan pemain menghadapi tuntutan yang menurut kami akan datang berikutnya," ujar Krucken.

Sistem AI membantu pelatih menentukan fokus latihan berdasarkan analisis data, membandingkan kemampuan pemain muda dengan pemain utama seperti Jeremy Doku.

Meski jalur pemain akademi ke tim utama selama era Pep Guardiola terbatas, beberapa pemain akademi kini sudah masuk skuad utama seperti Nico O'Reilly, Rico Lewis, Phil Foden, dan Ryan McAidoo, menurut laporan dari Bola.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed