Manchester City Incar Pierce Charles Saat James Trafford Berpeluang Pergi
Manchester City dilaporkan tengah mempersiapkan langkah untuk merekrut kembali penjaga gawang Sheffield Wednesday, Pierce Charles, di tengah ketidakpastian masa depan kiper pelapis mereka, James Trafford, yang kini menarik minat dari Newcastle United, Aston Villa, dan Tottenham Hotspur.
Klub raksasa Etihad Stadium tersebut mematok harga sebesar 40 juta poundsterling bagi klub yang ingin memboyong Trafford, setelah sang kiper hanya menjadi pilihan kedua di bawah Gianluigi Donnarumma sepanjang musim 2025/2026.
Langkah Manchester City memburu Charles yang merupakan lulusan akademinya dipicu oleh situasi kontrak sang kiper di Sheffield Wednesday yang akan memasuki tahun terakhir, serta ketertarikan kuat dari klub Prancis, RC Strasbourg.
Manajer Sheffield Wednesday, Henrik Pedersen, menyatakan keinginan keras dari internal klub untuk mempertahankan penjaga gawang tim nasional Irlandia Utara tersebut setelah penampilannya yang gemilang pasca-cedera bahu.
"In the big picture we want to be a club that can find and develop talent, let them be effective in the first team and make a sustainable financial model. For Pierce, we will all do all that we can to keep him in this phase here." kata Henrik Pedersen, Manajer Sheffield Wednesday.
Pedersen menambahkan bahwa seluruh pihak di klub sangat menyukai karakter Charles dan akan berupaya maksimal demi menjaga sang pemain tetap berada di S6 setelah bursa transfer resmi dibuka.
"He is a part of our identity and we would love to have him as a part of our future. I know David and everyone loves him - and that everyone will do everything to keep him. Let’s see what happens when the season is done." ujar Henrik Pedersen, Manajer Sheffield Wednesday.
Sementara itu, James Trafford yang saat ini sedang bersama tim nasional Inggris menjelang laga Piala Dunia 2026 melawan Kroasia, memberikan tanggapan mengenai situasi manajerial Manchester City yang ditinggal Pep Guardiola dan menantikan kedatangan Enzo Maresca.
"Everyone knows he was an incredible manager, probably one of the best, if not the best to ever manage," kata James Trafford, Penjaga Gawang Manchester City.
Trafford menegaskan bahwa para pemain Manchester City akan langsung beradaptasi dengan siapa pun manajer baru yang ditunjuk oleh manajemen klub nantinya.
"Whatever happens next season in terms of the manager, because obviously nothing’s been confirmed, then all the players work under that manager, it’s just how football goes." ujar James Trafford, Penjaga Gawang Manchester City.
Mengenai keputusannya kembali ke City yang berujung minimnya menit bermain akibat kedatangan Donnarumma dari PSG, Trafford mengakui adanya rasa sedih sekaligus realitas yang harus dihadapi di dunia sepak bola profesional.
"When Pep left, it was obviously sad, because he’s obviously so successful – and a lot of the new lads, we all really, really enjoyed him. But it’s just football that everyone moves on at certain points." tutur James Trafford, Penjaga Gawang Manchester City.
Sebelumnya pada bulan Februari, Trafford juga sempat mengutarakan ketidaksiapannya menjadi kiper cadangan setelah sempat menjadi pilihan utama saat membela Burnley.
"It (being No. 2) wasn’t what I expected," kata James Trafford, Penjaga Gawang Manchester City.
Meski hanya bermain dalam 17 pertandingan dan lebih banyak tampil di kompetisi domestik, Trafford menganggap masa-masa sulit tersebut sebagai proses pembelajaran besar.
"I tried to guard against the situation happening, but it’s the reality. I know every time I play, I’ve got to give it my best shot and try to win and try to improve. That’s the current situation I’m in." jelas James Trafford, Penjaga Gawang Manchester City.
Kiper berusia 23 tahun itu juga menyadari bahwa posisinya sebagai pelapis di klub dapat memengaruhi ambisinya untuk menggeser Jordan Pickford sebagai kiper nomor satu tim nasional Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel.
"History says yeah," kata James Trafford, Penjaga Gawang Manchester City.
Trafford menambahkan bahwa belum pernah ada penjaga gawang utama dari negara top yang berstatus sebagai pemain cadangan di level klub.
"There hasn’t been a goalie start for any of the top nations that isn’t a number one at the club." ujar James Trafford, Penjaga Gawang Manchester City.
Walau demikian, ia tetap mensyukuri keberhasilannya membantu Manchester City memenangkan trofi Piala FA dan Piala Carabao musim lalu.
"It’s been challenging the past season, but looking back, I’ve learned so much, I’ve developed so much. I thought I’d had a lot of experiences up to this point in my career, but this was a new experience for me," ungkap James Trafford, Penjaga Gawang Manchester City.
Trafford menceritakan bagaimana ia harus terus memotivasi diri setiap hari di tempat latihan demi meningkatkan performa di tengah situasi yang menantang.
"It was tough. Some days were harder than others, but the one thing I wanted to keep doing was keep winning and improving every day." tutur James Trafford, Penjaga Gawang Manchester City.
Dirinya tetap bangga bisa berkontribusi dalam raihan dua trofi domestik meskipun harus merelakan posisi utama kepada Gianluigi Donnarumma.
"I kept doing that and I came out the season having played a part in winning the two trophies that we did. It was a challenging season, but I learned a lot for myself and for going forward in my career. You have still got to perform at the highest level, and when I did move, if I would have become England’s number one for the tournament, it would have been brilliant. I’d have been very happy [being City's No.1], but obviously I didn’t." papar James Trafford, Penjaga Gawang Manchester City.
Pada akhirnya, Trafford memilih untuk bersikap pasrah dan melihat ke mana akhir dari perkembangan kariernya setelah turnamen internasional selesai.
"They ended up signing Gigi, and I didn’t play the majority of the games, and that’s football," kata James Trafford, Penjaga Gawang Manchester City.
Di sisi lain, Newcastle United yang dilatih Eddie Howe dilaporkan enggan terburu-buru melakukan negosiasi formal karena menghormati keinginan Trafford yang baru akan memutuskan masa depannya setelah pulang dari Piala Dunia 2026.
"The two trophies were nice. Every day I just thought, ‘Keep improving, keep trying to win the day, and see where it takes me’." pungkas James Trafford, Penjaga Gawang Manchester City.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow