Manchester City Tundukkan Atletico Madrid 3-1 di Korea Selatan
Evolusi taktik Manchester City di bawah pelatih anyar Enzo Maresca membuahkan hasil positif usai menumbangkan Atletico Madrid dengan skor 3-1 pada laga pamungkas tur pramusim Asia di Stadion Piala Dunia Seoul, Korea Selatan, Minggu (9/8/2026).
Klub berjuluk The Citizens tersebut sempat tertinggal lebih dulu pada babak pertama melalui gol pemain muda Atletico Madrid, Jorge Dominguez, pada menit ke-43. Dominguez menaklukkan kiper Gianluigi Donnarumma memanfaatkan umpan terobosan Morten Hjulmand.
Memasuki babak kedua, Manchester City bangkit lewat aksi impresif Antoine Semenyo di sisi sayap kiri. Winger tersebut memberikan dua umpan silang akurat pada menit ke-57 dan ke-59 yang sukses diselesaikan menjadi gol oleh Omar Marmoush.
Pemain pengganti Rayan Ait-Nouri kemudian mengunci kemenangan Manchester City pada menit ke-90 setelah menerima umpan dari Divin Mubama. Hasil ini melengkapi catatan impresif tur Asia City setelah sebelumnya bermain imbang melawan Inter Milan di Hong Kong dan menang atas K-League All Stars.
Usai pertandingan, Maresca memberikan pujian atas performa dan efektivitas anak asuhnya di lini depan, terutama kontribusi para pemain sayap sepanjang tur pramusim.
"Secara keseluruhan, hari ini adalah ujian yang sangat bagus melawan salah satu tim terbaik di Eropa," kata Maresca, manajer Manchester City.
Ia mengapresiasi kerja keras para pemain sebelum mengalihkan fokus ke kompetisi resmi yang akan segera dimulai.
"Kredit untuk para pemain atas usaha yang telah mereka lakukan. Mulai besok pramusim telah selesai dan bisnis yang sebenarnya dimulai," kata Maresca.
Maresca menyoroti pentingnya hasil akhir dari setiap peluang yang diciptakan oleh para pemain di posisi melebar.
"Saya pikir pemain sayap bisa bermain bagus, tetapi hasil akhir adalah hal yang paling penting," ujar Maresca.
Meskipun menciptakan banyak peluang pada babak pertama, ia menilai timnya sempat kurang klinis di dalam kotak penalti lawan.
"Saya pikir babak pertama sedikit tidak adil - kami menciptakan empat, lima peluang. Namun perbedaannya ada di dalam kotak penalti. Kami tidak mencetak gol. Perbedaan besar ada di sana," ucap Maresca.
Ia menegaskan keberadaan pemain di posisi sayap sangat krusial untuk membongkar pertahanan lawan yang rapat.
"Namun yang pasti Anda membutuhkan pemain di area luar yang dapat menciptakan ketidakseimbangan, terutama saat mereka situasi satu lawan satu," tutur Maresca.
Evaluasi mengenai efektivitas penyelesaian akhir juga disampaikan Maresca saat memberikan instruksi kepada tim di ruang ganti.
"Kami tidak boleh membuat jumlah situasi sebanyak yang kami lakukan dan tidak menyelesaikan tindakan tersebut," kata Maresca.
Ia menambahkan bahwa timnya masih harus terus berkembang sebelum menjalani laga-laga krusial di kompetisi domestik.
"Di sana kami harus klinis - itu adalah sesuatu yang perlu kami tingkatkan," ujar Maresca.
Maresca optimistis potensi lini serang timnya akan semakin tajam seiring kembalinya penyerang utama mereka.
"Perlahan kami sampai di sana dan bersama Erling Haaland kami bisa menjadi lebih berbahaya," ucap Maresca.
Pelatih asal Italia itu juga mengapresiasi dua gol yang dicetak oleh Marmoush pada babak kedua sebagai penentu kebangkitan tim.
"Hari ini Omar mencetak gol dua kali - ini adalah dorongan - dan ya saya senang dengan hal itu," tutur Maresca.
Mengenai adaptasi filosofi permainan baru setelah menggantikan Pep Guardiola, Maresca mengaku puas dengan respons yang ditunjukkan oleh para skuadnya.
"Saya sangat senang. Terutama karena para pemain sejak kami mulai sangat berpikiran terbuka," kata Maresca.
Ia menyebut para pemain menunjukkan keinginan kuat untuk memahami taktik yang diterapkan dalam latihan.
"Merek ingin memahami dan ingin belajar mengapa kami melakukan berbagai hal," ujar Maresca.
Meski proses integrasi taktik masih berjalan, Maresca melihat ada perkembangan positif dari pertandingan ke pertandingan.
"Saya tahu bahwa ketika Anda bergabung dengan klub baru, Anda mencoba memasang pola baru atau ide yang berbeda, hal terpenting adalah kami menjadi lebih baik," ucap Maresca.
Ia menekankan bahwa perjalanan untuk mencapai performa terbaik masih panjang namun arahnya sudah tepat.
"Namun jalannya masih sangat panjang untuk meningkatkan berbagai hal. Namun saya dapat melihat kami mencoba apa yang kami lakukan dalam latihan, dan kami menjadi lebih baik dalam hal itu," kata Maresca.
Setelah menyelesaikan tur di Asia, Manchester City dijadwalkan langsung bertolak ke Inggris untuk bersiap menghadapi Arsenal dalam ajang Community Shield di Stadium Millennium, Cardiff, pekan depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow