Marc Cucurella Perkuat Real Madrid dan Bersiap Hadapi Final Piala Dunia

Smallest Font
Largest Font

Pemain belakang tim nasional Spanyol, Marc Cucurella, resmi bergabung dengan Real Madrid dari Chelsea dan dijadwalkan bertanding dalam laga final Piala Dunia 2026 melawan Argentina di Amerika Serikat pada Senin, 20 Juli 2026.

Kepindahan pemain berusia 28 tahun ini terjadi di tengah performa impresifnya di level klub dan internasional, setelah sebelumnya sukses membawa Spanyol menjuarai UEFA Euro 2024 dan membantu Chelsea meraih gelar UEFA Conference League serta FIFA Club World Cup.

Di balik kesuksesan kariernya, Cucurella memprioritaskan dedikasi untuk keluarganya, yang ia refleksikan melalui selebrasi gol khas menyerupai gerakan penguin.

"Saya melihat di internet bahwa penguin memilih pasangan dan keluarga untuk seumur hidup. Dan mereka tetap bersama selamanya. Karena itu saya ingin mengenang keluarga saya, yang selalu mendukung saya dalam saat-saat terbaik maupun terburuk. Karena itu selebrasi ini untuk mereka," jelas Marc Cucurella, bek timnas Spanyol, dalam konferensi pers yang dilansir BBC News Mundo.

Cucurella bersama pasangannya, Claudia Rodríguez, membesarkan tiga anak, termasuk putra sulung mereka, Mateo, yang didiagnosis mengidap Gangguan Spektrum Autisme (ASD) tingkat 1 sejak usia tiga tahun.

"Putra sulung saya adalah orang yang sedikit banyak mengubah hidup kami semua. Saat mulai masuk pendidikan anak usia dini, kami mulai melihat hal-hal yang berbeda. Kami melihat dalam foto-foto anak-anak yang sedang bermain, dia selalu tampak agak sendirian," tutur Marc Cucurella saat diwawancarai stasiun televisi publik Spanyol RTVE.

Situasi tersebut diakui sang bek memberikan tantangan emosional yang berat bagi keluarganya di tengah kesibukan sebagai pesepak bola profesional.

"Ketika dia bertambah besar, kami melihat bahwa dia tidak berbicara, tidak banyak mengoceh. Masa itu mungkin adalah masa yang paling berat. Melihat anak saya menderita, saya pikir itu adalah salah satu hal tersulit yang ada," lanjut Marc Cucurella.

Kondisi ini sempat menyulitkan pihak keluarga karena keterbatasan dukungan awal dari institusi pendidikan tempat anak mereka belajar.

"Kami tidak menerima banyak bantuan dari sekolah dan melalui bulan-bulan terburuk. Setiap hari kami pergi bersama untuk mengantar Mateo dan pulang ke rumah sambil menangis. Setiap hari," kata Claudia Rodríguez, istri Marc Cucurella.

Pengalaman mengasuh Mateo mendorong pasangan ini untuk terus beradaptasi dan mempelajari kondisi perkembangan neurologis anak mereka.

"Kami harus memikirkan Mateo sepanjang waktu. Kadang-kadang kami ingin melakukan hal-hal tertentu dan tidak bisa karena itu tidak baik baginya. Liburan selalu sulit karena itu berarti banyak perubahan baginya," tambah Claudia Rodríguez.

Bek yang merintis karier di akademi Espanyol dan La Masia Barcelona ini menyatakan bahwa diagnosis tersebut memberinya pelajaran berharga mengenai empati.

"Saya mendapat hasil diagnosis yang menyebut anak saya autistik. Tapi sebagai orang tua kami tidak siap untuk hal ini, jadi kami harus belajar banyak. Mungkin Mateo juga telah banyak mengajari kami," kata Marc Cucurella.

Mateo dijadwalkan hadir langsung di stadion untuk mendukung ayahnya pada pertandingan final melawan Argentina, setelah sebelumnya absen di tribun karena kondisi cuaca panas di Amerika Serikat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed