Marta Kostyuk Tekuk Jasmine Paolini Guna Amankan Semifinal Wimbledon 2026

Smallest Font
Largest Font

Petenis asal Ukraina, Marta Kostyuk, sukses menembus semifinal Grand Slam Wimbledon untuk pertama kalinya setelah menumbangkan unggulan ke-13 asal Italia, Jasmine Paolini, pada Rabu, 8 Juli 2026. Pertandingan perempat final tunggal putri yang berlangsung di Lapangan Utama London tersebut berakhir dengan skor dominan 6-3, 6-2.

Kemenangan ini mengantarkan petenis berusia 24 tahun tersebut mencatatkan dua semifinal Grand Slam berturut-turut setelah sebelumnya juga mencapai fase empat besar di Prancis Terbuka. Berdasarkan laporan Associated Press, Paolini yang merupakan runner-up Wimbledon 2024 melakukan 26 unforced errors dan hanya mencetak delapan winners sepanjang laga akibat tekanan konstan dari Kostyuk.

Dilansir dari BBC, Kostyuk tampil sangat agresif sejak awal dengan memanfaatkan pengembalian servis kedua berkecapatan rata-rata 82 mil per jam. Performanya yang solid membuat dirinya mencatatkan statistik luar biasa dengan memenangi 21 dari 22 pertandingan terakhirnya sejak pulih dari cedera di Australia Terbuka.

"It is my first time playing on this unbelievable court and it is obviously a dream come true." kata Kostyuk saat berbicara di Lapangan Utama usai pertandingan.

Kostyuk mengaku tidak menyangka bisa menang dengan performa sedominan itu dan hanya ingin menyuguhkan permainan terbaik di hadapan stadion yang penuh.

"Winning wasn't even in my plans today, I just wanted to go out, enjoy it and put on a good show. It is always incredible to play in front of a packed stadium and I feel like it is always packed here. Thank you so much guys for your energy today." ujar Kostyuk.

Jadwal pertandingan yang padat juga menjadi perhatian Kostyuk karena dirinya harus langsung bertanding kembali di babak semifinal pada hari berikutnya.

"I'm sure people are happy with the weather in London, but we aren't on court. It is back-to-back so I play again tomorrow, but I'm excited to be back here again." ucap Kostyuk.

Sebelum melakoni debutnya di Lapangan Utama, Kostyuk sempat diajak oleh pelatihnya untuk berjalan-jalan di sekitar area pertandingan demi membiasakan diri dengan atmosfer stadion.

"My coach made me walk here yesterday and I was flabbergasted by this entrance and everything inside. I was saying that I needed a day to recover from what I saw!" tutur Kostyuk.

Dia menambahkan bahwa memori sembilan tahun lalu saat menjadi penonton Roger Federer di lapangan yang sama membuat momen kemenangan ini terasa semakin emosional bagi dirinya.

"I did like a walk of honour and I sat beside it to take a moment to soak it all in. I was on this court as a spectator nine years ago, I watched Roger [Federer] and it was super special. I'm soaking it all in again now after my win." kata Kostyuk.

Di sisi lain, pelatih Arthur Fery, Jeroen Benard, turut memberikan komentar mengenai anak asuhnya yang tetap rendah hati meski bertanding di lingkungan rumahnya sendiri sekitar All England Club.

"Every morning when he gets treated we're watching World Cup highlights and we talk about day to day stuff - it's nothing different than if we are playing a Challenger in Croatia," kata Benard.

Benard menjelaskan bahwa petenis berusia 23 tahun tersebut tetap menjadi pribadi yang menyenangkan dan normal seperti pemuda seusianya.

"He's really good fun to be around. We joke a lot. He's just a normal 23-year-old who happens to be very good at sport." ujar Benard.

Sementara itu dari sektor kursi roda, petenis Britania Raya, Gordon Reid, mengutarakan kepuasannya setelah berhasil melaju ke semifinal ganda putra kursi roda bersama rekannya, Alfie Hewett.

"We know that both of those guys are very talented players and strong opposition for us, so we had to stay focused and locked in right until the end. We are happy to get it done with that scoreline as well." kata Reid.

Reid mengenang kembali momen sepuluh tahun lalu saat mereka memenangi gelar pertama di lapangan yang sama dengan atmosfer yang tidak jauh berbeda.

"It is amazing. It feels like a long time ago that we had our first doubles final on this court, that was a big moment for us. Now we are playing our first round and it is a similar atmosphere, so thank you everyone for coming out." ucap Reid.

Rekan duetnya, Alfie Hewett, menambahkan komentarnya mengenai tantangan cuaca panas yang harus mereka hadapi sepanjang pertandingan babak pertama tersebut.

"It wasn't easy dealing with the heat. I'm banking on picking up" kata Hewett.

Pada babak semifinal yang akan berlangsung hari Kamis, Marta Kostyuk dijadwalkan menghadapi Linda Noskova. Noskova sendiri memastikan tiket ke semifinal setelah mengalahkan petenis Belgia, Elise Mertens, dengan skor 6-3, 7-5 di Lapangan 1 untuk memperebutkan posisi di partai final hari Sabtu.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed