Matheus Cunha Cetak Dua Gol dan Bawa Brasil Tekuk Haiti
Penyerang Manchester United Matheus Cunha mencetak dua gol dalam debutnya sebagai starter untuk membawa Timnas Brasil menang atas Haiti pada laga kedua Grup C Piala Dunia 2026 di Filadelfia, Jumat (19/6).
Pelatih Carlo Ancelotti merombak lini depan Selecao dengan memasang Matheus Cunha sejak awal pertandingan untuk menggantikan Igor Thiago demi meningkatkan daya gedor tim setelah hasil imbang 1-1 melawan Maroko.
Langkah penataan strategi ini diambil setelah lini serang Brasil yang diisi Raphinha, Lucas Paqueta, dan Vinicius Junior tampil kurang menggigit pada pertandingan pembuka, ditambah absennya Neymar akibat cedera betis.
Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengonfirmasi bahwa Neymar harus tetap berada di New Jersey untuk fokus pada fase akhir pemulihan fisik dan tidak dibawa ke stadion di Lincoln Financial Field.
Keputusan Ancelotti memilih Cunha terbukti tepat karena sang striker menyumbang dua gol dan merayakannya dengan gerakan simulasi berselancar, sebuah selebrasi yang didedikasikan untuk sahabatnya sekaligus peselancar Brasil Italo Ferreira.
Ancelotti juga memutuskan untuk tetap menyimpan penyerang muda berusia 19 tahun, Endrick, di bangku cadangan sepanjang pertandingan melawan tim berjuluk Granadeiros tersebut.
"I'll put Endrick in at the right time. We have to wait a little. He's going to be important in this World Cup," ujar Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil mengenai keputusannya mencadangkan sang pemain muda.
Ancelotti menambahkan bahwa Cunha memiliki karakteristik bermain yang lebih fleksivel dalam menghubungkan lini serang, berbeda dengan Igor Thiago yang bertipikal penyerang murni di dalam kotak penalti.
"Matheus Cunha is more of a link-up player, he has more attacking midfielder quality than a target man, which is what Igor Thiago has. He's a target man in the box, strong in duels, very aggressive in winning the ball back," kata Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Terkait talenta Endrick, mantan pelatih Real Madrid itu menegaskan bahwa sang pemain merupakan bakat luar biasa yang kedewasaannya akan sangat berguna bagi masa depan tim nasional.
"Endrick is neither one nor the other. Endrick is something else. For me, personally, Endrick is an extraordinary talent. Brazil will take advantage of his qualities in this World Cup and also in the next one," tutur Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Ancelotti juga memuji kesabaran Endrick beserta keluarganya yang sangat matang dalam menyikapi situasi kompetisi di tingkat tinggi.
"He is patient, not in a hurry, and very mature for his age. That's a very important aspect. His family, who are close to him, is also very patient. That's important for a young person," kata Carlo Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Selain faktor taktik, catatan Opta menunjukkan bahwa susunan pemain yang diturunkan Ancelotti melawan Haiti mencatatkan rata-rata usia 30 tahun 190 hari, menjadikannya skuad tertua Brasil di Piala Dunia sejak final tahun 1962.
Dilansir dari Globo, pertandingan ini juga dihadiri oleh dua legenda sepak bola Brasil, Ronaldo dan Ronaldinho, yang terlihat menonton bersama di tribun stadion.
Kemenangan atas Haiti ini memperpanjang rekor dominasi historis Selecao yang selalu menang dalam empat pertemuan terakhir melawan tim asal wilayah CONCACAF tersebut.
Selanjutnya, Timnas Brasil dijadwalkan menghadapi Skotlandia pada pertandingan pamungkas Grup C yang akan digelar di Miami pada Rabu (24/6).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow