Mauricio Pochettino Pilih Matt Freese Jadi Kiper Utama AS

Smallest Font
Largest Font

Pelatih Tim Nasional Amerika Serikat Mauricio Pochettino memilih Matt Freese sebagai penjaga gawang utama untuk menghadapi Paraguay dalam laga pembuka Grup D Piala Dunia 2026 di Los Angeles pada Jumat, 12 Juni 2026.

Keputusan krusial ini diambil oleh Mauricio Pochettino akibat penurunan performa dan minimnya menit bermain Matt Turner di klub Liga Utama Inggris, meskipun Matt Turner merupakan kiper utama AS pada Piala Dunia 2022.

Matt Freese yang kini bermain untuk New York City FC di MLS sebelumnya telah dipercaya tampil dalam 12 pertandingan berturut-turut untuk menutup tahun 2025 serta menjadi starter dalam laga persahabatan melawan Jerman tepat sebelum Piala Dunia dimulai.

AS kini mencatatkan sejarah baru karena untuk pertama kalinya akan memulai pertandingan Piala Dunia dengan kiper dari kompetisi domestik MLS, setelah era kejayaan kiper veteran Liga Inggris seperti Brad Friedel, Kasey Keller, dan Tim Howard.

Selain persaingan Matt Freese dan Matt Turner yang sama-sama memiliki ikatan sekolah di New England, bek Miles Robinson yang lahir di Arlington, Massachusetts juga menjadi pilar lokal New England ketiga yang menembus skuad Piala Dunia 2026 setelah sempat absen di edisi 2022 karena cedera.

Miles Robinson mengungkapkan rasa bangganya dapat kembali pulih dari cedera masa lalu dan mendapat kesempatan berharga untuk membela negaranya di turnamen sepak bola paling akbar di dunia ini melalui situs cuse.com.

"It's a surreal moment to be here to represent the country, represent the nation in the world's biggest tournament," ujar Miles Robinson, bek Timnas AS.

"I'm definitely honored." kata Miles Robinson.

Di sisi lain, Matt Freese menegaskan dalam konferensi pers hari Senin di California bahwa dirinya memilih untuk mengabaikan segala keraguan dan kritik dari para penggemar yang mengkhawatirkan posisi penjaga gawang AS.

"I don’t hear it," kata Matt Freese, kiper Timnas AS.

"I’m not really listening to anyone outside of the guys with me and the coaching staff. I’m focused on just doing my thing, each and every day, and being present." ujar Matt Freese.

Matt Freese yang lulus dari Harvard pada 2022 dan baru memulai debutnya di tim nasional setahun lalu menyatakan siap mengemban tugas apa pun yang diberikan oleh tim pelatih.

"As a competitor, you always want to be on the field and always want to help your team in whatever capacity, and that doesn’t change in this moment," kata Matt Freese.

"Whatever I am called upon to do, I am ready to do. I derive a lot of my confidence from the hard work that I’ve put in. I’ve worked quite hard, and I know now is the time to be confident and remember all the work that has been put in." ujar Matt Freese.

Mantan pemain Philadelphia Union ini menambahkan bahwa situasi ketidakpastian mengenai siapa yang akan bermain sudah biasa ia hadapi sepanjang kariernya.

"It’s not the first time that I have not been certain of who’s playing," kata Matt Freese.

"It’s drawing upon past experiences, dealing with the pressure, and being confident, being hungry, being competitive, but also being a good teammate and finding that right balance." ujar Matt Freese.

"The mentality that I always have, and always will have for the next 15 years of playing, is to never expect to be on a roster. You always want to chase it no matter what. Even if you’re a guy who’s played 100 games in a row for the national team, I’m gonna be someone who is chasing that next one." kata Matt Freese.

Kiper berusia 28 tahun tersebut menilai bahwa setiap pemain harus terus mengejar kesempatan kerja keras tanpa memedulikan jaminan hasil.

"You dream of this opportunity. You work for the opportunity. But you never know if it’s gonna come," ujar Matt Freese.

"I learned probably nine years ago: The ones that work hard without the promise of reward are the ones that usually succeed." kata Matt Freese.

Matt Freese juga membawa kebiasaan personalnya ke penginapan tim seperti ketel teh chamomile dan jam alarm analog demi menjaga konsistensi mental di bawah tekanan besar Piala Dunia.

"Pressure makes diamonds," kata Matt Freese.

"And I think we’re a group of 26 guys that wants to show that we’re a bunch of diamonds." ujar Matt Freese.

"It’s an honor to be on this team and be part of that group," kata Matt Freese.

"to hopefully continue that great legacy." ujar Matt Freese.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed