Maybank Indonesia Gelar Program Dekarbonisasi dan Inklusi di Bali
PT Bank Maybank Indonesia Tbk menggelar Maybank Marathon Sustainability Day 2026 di Piduh Charity Cafe, Gianyar, Bali, pada Jumat (21/8). Kegiatan ini mengusung tiga pilar keberlanjutan yang mencakup literasi keuangan, pemberdayaan kelompok rentan, serta Inisiatif dekarbonisasi menuju target Net Zero Carbon 2030.
Edukasi pengelolaan keuangan dan digitalisasi menyasar ribuan siswa serta guru di 40 sekolah wilayah Gianyar sejak Juli hingga 23 Agustus. Program ini menjangkau murid kelas III-VI SD di 35 sekolah, tiga SMP, dan dua SMA guna memicu pemahaman finansial sejak dini sekaligus mengantisipasi bahaya judi daring.
"Literasi keuangan itu tidak hanya untuk pelajar tetapi juga kepada para guru," kata Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska.
Upaya inklusif dan pemberdayaan masyarakat direalisasikan melalui kategori Wheelchair, Run for Charity, serta penyaluran donasi nasabah senilai Rp88.656.000 untuk pengembangan Piduh Charity Cafe. Tempat tersebut mempekerjakan sepuluh staf penyandang disabilitas seperti autisme dan down syndrome.
Di sektor lingkungan, pihak bank berkolaborasi dengan WRI Indonesia merintis desa dekarbonisasi adat di Desa Sanding, Gianyar. Warga setempat diberi pelatihan pemetaan emisi secara mandiri hingga pengelolaan sampah organik.
"Ketiga pilar ini kami arahkan untuk saling memperkuat dan membawa Maybank Marathon menuju target netralitas karbon 2030," ujar Maria Trifanny Fransiska.
Pengembangan kawasan ramah lingkungan di tingkat lokal diharapkan mampu memicu dampak aksi iklim yang lebih luas di wilayah sekitar.
"Kami bangga Desa Sanding dapat menjadi contoh desa dekarbonisasi adat di Bali yang membuktikan bahwa aksi iklim bisa dimulai dari tingkat desa," kata Kepala Desa Sanding, Kompyang Ambarayusa.
Penyediaan ruang belajar dan berkarya bagi anak-anak berkebutuhan khusus turut diapresiasi oleh pihak yayasan lokal sebagai langkah nyata dalam membangun kemandirian finansial.
"Kemitraan ini memberi ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk belajar, berkarya, dan membangun kemandirian finansial secara bermakna," tutur Co-Founder Yayasan Widya Guna, Ketut Satya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow