Mendikdasmen Buka Suara Soal Penurunan Hadiah Pemenang OSN 2026

Smallest Font
Largest Font

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memberikan klarifikasi terkait penurunan nominal hadiah bagi para pemenang Olimpiade Sains Nasional 2026 pada Jumat (4/9/2026). Dilansir dari Detikcom, reduksi besaran apresiasi finansial tersebut disebabkan oleh adanya pemangkasan anggaran operasional secara signifikan pada Pusat Prestasi Nasional.

"Iya, karena memang ada pengurangan anggaran yang signifikan untuk Puspresnas," ujar Mu'ti saat ditemui usai acara Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi Sekolah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat.

Pernyataan ini muncul usai pengumuman pemenang jenjang SD dan SMP pada Minggu (30/8/2026) memicu kritik publik di media sosial. Berdasarkan rincian resmi, peraih medali emas menerima Rp3.000.000, medali perak Rp2.000.000, serta medali perunggu Rp1.000.000, angka yang dinilai merosot dibanding edisi 2025.

Menanggapi polemik tersebut, pihak Kemendikdasmen sedang menyusun langkah antisipasi guna menghimpun dana tambahan agar nilai hadiah dapat ditingkatkan kembali.

"Diusahakan dari sumber-sumber lain sehingga hadiahnya dapat ditambah," tuturnya.

Guna memberikan perspektif lain, Mu'ti mengimbau masyarakat untuk melihat bentuk penghargaan negara dari sudut pandang yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa para peraih juara memiliki peluang besar untuk mengakses fasilitas pendidikan lanjutan yang didanai pemerintah.

"Tapi jangan dilihat penghargaannya hanya dari sisi hadiahnya ya, karena mereka yang juara juga dapat prioritas untuk beasiswa dari LPDP, yang menurut saya jauh lebih bermakna dari sebatas uang itu," katanya.

Meskipun mengakui pentingnya dukungan dana langsung, ia menekankan keberlanjutan beasiswa memiliki dampak yang jauh lebih besar bagi masa depan para siswa.

"Tentu uang penting, tetapi beasiswa menurut saya jauh lebih penting dan nilainya sangat besar. Sehingga ini memang bukan berarti kami tidak mendukung prestasi, tapi kami berusaha dengan dana yang memang sangat terbatas tetap bisa memberikan kesempatan bagi anak-anak kita untuk berprestasi, untuk dapat meningkatkan kemampuannya," kata Mu'ti.

Di akhir keterangannya, Mendikdasmen menyampaikan permohonan maaf atas ketidaksesuaian nilai hadiah dengan ekspektasi publik.

"Dan mohon maaf kalau mungkin hadiahnya tidak besar sebagaimana yang diharapkan," pungkasnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed