Mendikdasmen Bangun TK Berfasilitas Ring Basket untuk Melatih Motorik Anak

Smallest Font
Largest Font

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI mendirikan Taman Kanak-Kanak di kampung tempat tinggalnya di Jakarta dengan memfasilitasi ring bola basket pendek untuk melatih kemampuan motorik anak. Informasi tersebut disampaikan dalam peluncuran STEM Nasional di PAUD Terpadu Kalirejo Kudus, Jawa Tengah, pada Kamis, 3 September 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pengadaan fasilitas olahraga tersebut bertujuan untuk menanamkan karakter pantang menyerah serta mengenalkan cabang olahraga tingkat dunia sejak usia dini melalui kegiatan fisik yang terukur.

"Di situ dia diajari grit. Grit itu artinya stamina untuk tidak menyerah. Ketika dia melempar dan tidak masuk, nggak apa-apa, ulangi lagi.

Sekarang ada nggak, TK yang ada lapangan basketnya? Mungkin bayangannya basket yang duwur itu," kata Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Sarana olahraga tersebut dirancang khusus dengan ukuran yang disesuaikan untuk anak-anak agar mereka dapat belajar dasar-dasar permainan bola basket seperti menggiring bola dan mengantre.

"Sehingga dibuatkan yang pendek, dia bisa melempar, mengantri, men-dribble, mengenal olahraga tingkat dunia," kata Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Selain mengenai sarana pendidikan, prioritas pembinaan pada jenjang pendidikan anak usia dini juga mencakup pendekatan tenaga pengajar dalam proses pembelajaran harian.

"Kita melotot sedikit saja, dia ada rasa takut, besok dia nggak berangkat. Sehingga guru TK itu memang harus banyak senyum, di tanggal berapa pun," kata Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Pencegahan kekerasan fisik terhadap murid menjadi penekanan utama, di mana pendisiplinan dapat diterapkan melalui metode interaksi yang lebih edukatif tanpa bentakan.

"Saya baru saja beli buku tentang disiplin. Saya ke Singapore beberapa waktu lalu dan saya beli buku tentang itu. Bagaimana mendisiplinkan tanpa harus menggunakan kekerasan, tanpa harus memebentak. Dan itu bisa," kata Mendikdasmen, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Proses pembelajaran anak usia dini disarankan untuk lebih berfokus pada ruang gerak, imajinasi, dan interaksi lingkungan dibandingkan dengan pemenuhan konten kognitif yang berlebihan.

"Sehingga karena itu pesan saya paling akhir, jangan jejali pembelajaran TK dengan berbagai macam konten yang sifatnya pengatahuan kognitif. Perbanyaklah ruang gerak mereka, perbanyaklah ruang imajinasi mereka, perbanyaklah ruang interaksi mereka dengan sesama dan bawa mereka pada situasi-situasi yang menyenangkan, kenalkan dengan berbagai macam hal yang ada di alam semesta. Itu yang akan membuat mereka tumbuh menjadi saintis-saintis hebat di masa depan," kata Mendikdasmen, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed