Mendikdasmen Imbau Orang Tua Tak Paksakan Anak Ikut Bimbel Hadapi TKA
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengimbau orang tua agar tidak memaksakan anak mengikuti bimbingan belajar tambahan untuk menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Mu'ti menyatakan bahwa bimbingan belajar bisa menambah beban pikiran siswa dan materi di sekolah sudah cukup untuk persiapan akademik, menurut keterangan tertulis yang diterima dari Detikcom. Ia juga menegaskan pentingnya motivasi dan semangat belajar dari orang tua serta peningkatan mutu pengajaran di sekolah sebagai langkah utama.
"Sekolah hendaknya memberikan layanan pendidikan yang terbaik sehingga para murid memiliki bekal yang cukup untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi," ujar Abdul Mu'ti.
Ketua Dewan Pendidikan Nasional, Suyanto, menanggapi antusiasme orang tua mendaftarkan anak ke bimbel sebagai bentuk apresiasi terhadap pendidikan, yang lebih baik dibanding membiarkan anak kecanduan gawai. Namun, ia mengingatkan bahwa bimbel adalah pendidikan nonformal yang sifatnya tambahan dan tidak boleh diwajibkan oleh sekolah dengan pembayaran tertentu.
"Kalau dilaksanakan oleh lembaga yang profesional, bimbel memang menjual jasa pendidikan. Undang-undang tidak melarangnya," ujar Suyanto. Suyanto juga menekankan bahwa bimbel dapat memberikan manfaat, tapi orang tua tidak perlu memaksakan anak mengikuti bimbel untuk persiapan TKA.
"TKA bukanlah penentu kelulusan siswa sehingga peserta didik tidak perlu memandangnya sebagai ujian yang menentukan seluruh masa depan," tegas Suyanto. Fenomena antrean panjang mendaftar bimbel mencerminkan ketimpangan antara tingginya permintaan masyarakat dengan keterbatasan pelayanan di sekolah. Suyanto menjelaskan bahwa bimbel biasanya fokus melatih siswa mengerjakan soal ujian tanpa membangun pemahaman atau nilai karakter, yang seharusnya menjadi bagian kurikulum holistik di sekolah.
"Pendidikan komplit dengan kurikulum holistik ada di sekolah, lalu drill-nya di bimbel oke saja bagi anak yang pintar," katanya.
Menurut Suyanto, peran orang tua dalam mengawal pembelajaran anak di rumah jauh lebih penting daripada bimbel. Ia memahami kesulitan orang tua mengajari materi, namun menegaskan bahwa orang tua tidak harus menjadi guru, melainkan mitra yang mendukung belajar anak. "Orang tua harus hadir ketika siswa pulang dan memberi motivasi, arahan, serta feedback yang membangun," ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow