Suhu Dingin Bikin Merkurius Menyusut Lebih Banyak dari Perkiraan

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Penyusutan ukuran Planet Merkurius disinyalir berlangsung jauh lebih signifikan dibandingkan dengan kalkulasi ilmiah sebelumnya. Retakan berbentuk kerutan di seluruh permukaan planet terdekat dengan Matahari ini menjadi bukti fisik bahwa ukurannya terus mengecil seiring pelepasan suhu panas. Hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters mengindikasikan bahwa puing-puing akibat benturan asteroid dan komet berpotensi menyamarkan besaran penyusutan planet tersebut.

Proses pendinginan alami bagian dalam planet menjadi pemicu utama perubahan ukuran ini. Merkurius terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu dari pusaran gas serta debu. Benturan intensif dengan benda langit lain pada masa awal Tata Surya sempat meningkatkan suhu planet secara drastis sebelum akhirnya perlahan mendingin.

Gaku Nishiyama beserta tim peneliti dari German Aerospace Center's Institute of Space Research menganalisis data satelit MESSENGER untuk memetakan tingkat kekasaran permukaan Merkurius. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, kalkulasi tim tersebut memperkirakan bahwa penyusutan jari-jari Merkurius mencapai 10% hingga 30% lebih besar dari keyakinan awal, atau setara dengan perubahan jari-jari sekitar 11,6 kilometer.

Angka perkiraan baru ini melampaui hasil studi-studi terdahulu yang hanya memprediksi penurunan jari-jari sebesar 1 hingga 2 kilometer, dengan batas maksimal 7 kilometer. Laju penyusutan Merkurius tergolong paling ekstrem di antara benda berbatu lain karena proporsi inti logamnya yang sangat besar dibanding keseluruhan ukuran planet.

Detail Misi Penjelajahan Terbaru

Penjelajahan Merkurius menghadapi tantangan besar akibat lokasinya yang dekat dengan Matahari. Sebelum ini, hanya ada dua wahana antariksa yang berhasil mendekat, yaitu Mariner 10 pada 1974 dan MESSENGER pada 2011.

Evolusi geologi dan misteri struktur dalam Merkurius berpeluang terungkap melalui keberadaan misi BepiColombo yang dijadwalkan menempatkan dua pesawat pengorbit pada akhir tahun ini. Misi tersebut membawa instrumen untuk mengukur topografi wilayah yang belum sempat terpeta secara rinci.

Satelit Mercury Planetary Orbiter milik BepiColombo bertugas mengukur topografi dan tingkat kekasaran permukaan di belahan selatan secara menyeluruh, melengkapi data belahan utara yang sebelumnya direkam oleh MESSENGER.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed