Meta Mem-PHK 8.000 Karyawan demi Alihkan Fokus ke Kecerdasan Buatan
Perusahaan raksasa teknologi Meta melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 8.000 karyawan dan memindahkan 7.000 staf lainnya ke tim baru yang berfokus pada kecerdasan buatan. Langkah agresif ini diambil demi mengubah orientasi tenaga kerja di era AI.
Dilansir dari inet.detik.com, raksasa media sosial tersebut juga menutup 6.000 posisi yang awalnya direncanakan untuk direkrut. CEO Meta Mark Zuckerberg berupaya menenangkan internal perusahaan yang sedang diliputi kegelisahan menyusul rangkaian restrukturisasi dalam 18 bulan terakhir.
"I will clarify that we are not going to do another company-wide mass layoff this year," kata Zuckerberg dalam memo internal yang dikutip Financial Times pada Kamis, 21 Mei 2026.
Zuckerberg menyampaikan terima kasih kepada para pekerja yang terdampak. Melalui memo tersebut, ia mengakui adanya kekurangan dalam pola penyampaian informasi manajemen kepada para staf terkait kebijakan besar ini.
"I also want to acknowledge that our communication was not as clear as we would have liked it to be, and that is one of the areas that I want to make sure we improve," sambung Zuckerberg.
Meta diketahui telah mengucurkan dana miliaran dolar untuk membangun pusat data canggih dan merekrut peneliti AI dari kompetitor. Upaya penguatan teknologi ini dikonfirmasi oleh manajemen tingkat atas perusahaan melalui pesan internal kepada staf engineering.
"work, infrastructure, and products are fundamentally changing as a result of the ongoing AI acceleration," kata Wakil Presiden Production Engineering Meta, Peter Hoose, dalam memo internal yang dilihat oleh The Guardian.
Hoose menambahkan bahwa dinamika pengembangan teknologi yang sedang berlangsung saat ini menuntut kapasitas terbaik dari seluruh tim yang tersisa. Manajemen Meta mengklaim perubahan tersebut krusial untuk menghadapi kompetisi global.
"the pace of building we are doing is unprecedented, and this is the kind of challenge that defines our best capabilities," sambung Hoose.
Di sisi lain, perombakan organisasi ini memicu kritik keras dari kalangan pegawai. Seorang karyawan mempertanyakan transparansi penunjukan staf untuk divisi Applied AI yang terkesan dipaksakan tanpa adanya pilihan sukarela.
"Does the word 'selected' mean this is like the forced recruitment style of Applied AI and not a voluntary move?" tulis seorang pegawai Meta dalam ruang komentar internal perusahaan.
Pola manajemen baru Meta juga dikritik karena dianggap menerapkan pengawasan ketat. Seorang insinyur yang dirahasiakan identitasnya menilai perusahaan kini menerapkan sistem komando yang kaku.
"The new organizational structure shows a shift in top-level management strategy toward micro-authoritarianism. It feels like the company is now saying: 'No, we decide what you do, and the chain of command is the way forward'," ujar insinyur tersebut kepada The Guardian.
Selain restrukturisasi tim, Chief People Officer Meta Janelle Gale menjelaskan bahwa efisiensi organisasi memungkinkan perusahaan bergerak lebih fleksibel dengan memangkas struktur manajemen tradisional.
"We are now at a stage where many organizations can run with a leaner structure, through smaller teams that move faster and have greater responsibility," tulis Gale dalam laporan NDTV.
Berdasarkan laporan Bloomberg Internasional, proses PHK diatur secara senyap dengan menginstruksikan karyawan bekerja dari rumah sebelum email pemecatan dikirim bertahap. Fenomena pengurangan staf ini juga melanda perusahaan teknologi global lain seperti Cisco Systems, Microsoft, Amazon, Disney, ASML, dan Oracle.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow