Militer Amerika Serikat Cegat Kapal Tanker Minyak Iran di Teluk Oman
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan Marinir Amerika Serikat mencegat dan menggeledah kapal tanker minyak berbendera Iran, M/T Celestial Sea, di Teluk Oman pada Rabu (20/5/2026).
Pencegatan tersebut dilakukan oleh personel dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 (MEU) menggunakan helikopter UH-60 dan UH-1 karena kapal itu diduga kuat hendak melanggar blokade laut yang diterapkan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pihak militer Amerika Serikat memutuskan melepaskan kapal kargo tersebut setelah proses pemeriksaan selesai dan menginstruksikan kru kapal untuk segera memutar balik.
"Pasukan Amerika melepaskan kapal tersebut setelah melakukan penggeledahan dan mengarahkan awak kapal untuk mengubah haluan," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan yang dilansir Al Arabiya, Kamis (21/5/2026).
Melalui unggahan di media sosial, CENTCOM menambahkan detail operasional mengenai insiden pengadangan kapal tanker yang sedang bergerak menuju pelabuhan di Iran tersebut.
“Hari ini, di Teluk Oman, Unit Ekspedisi Korps Marinir AS 31 menaiki kapal tanker minyak berbendera Iran M/T Celestial Sea, yang bermaksud melanggar blokade pelabuhan Iran. Setelah penggeledahan, pasukan AS telah memaksa lebih dari 90 kapal sipil untuk mengubah rute mereka.” tulis CENTCOM melalui akun resminya.
Langkah penegakan hukum laut ini merupakan bagian dari operasi blokade yang berjalan sejak pertengahan April, di mana militer Amerika Serikat tercatat telah mengalihkan rute 91 kapal sipil demi memastikan kepatuhan pembatasan.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kini semakin memanas lantaran Amerika Serikat dan Iran belum mencapai kesepakatan damai meski gencatan senjata sudah berlaku sejak 8 April setelah perang pecah pada 28 Februari.
Meroketnya ketegangan ini membuat Angkatan Darat Israel (IDF) menempatkan seluruh pasukan mereka dalam kondisi siaga tertinggi guna mengantisipasi potensi eskalasi konflik yang melibatkan Washington dan Teheran.
"Saat ini, IDF (militer) berada pada tingkat siaga tertinggi dan siap untuk setiap perkembangan," kata Zamir dalam pertemuan semua komandan divisi, dilansir AFP, Rabu (20/5/2026).
Kesiapan militer Israel ini merespons ancaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan siap meluncurkan serangan baru ke Iran apabila kesepakatan penyelesaian perang tidak tercapai dalam beberapa hari ke depan.
Di sisi lain, pihak Iran menegaskan kesiapan mereka untuk membalas setiap tindakan militer yang diarahkan ke negara republik Islam tersebut.
"Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang dijanjikan kali ini akan meluas jauh keluar kawasan, dan serangan dahsyat kami akan menghancurkan Anda," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan di situs web mereka, Sepah News, seperti dilansir kantor berita AFP.
Hingga saat ini, kedua belah pihak yang bertikai masih terus bertukar proposal diplomasi demi mengakhiri perang sembari tetap saling melontarkan ancaman militer.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow