Bank dan Pakar Telekomunikasi Ungkap Modus Baru Penipuan Telepon

Smallest Font
Largest Font

Berbagai lembaga perbankan bersama pakar telekomunikasi memperingatkan masyarakat global dan Indonesia pada Sabtu (16/5/2026) mengenai lonjakan korban akibat modus baru penipuan digital lewat panggilan telepon asing misterius. Kejahatan siber ini memanfaatkan teknologi canggih untuk memalsukan identitas dan menguras finansial korban.

Satu skema yang marak terdeteksi adalah Wangiri Fraud, sebuah penipuan telekomunikasi internasional yang menggunakan sistem panggilan otomatis untuk menghubungi ribuan nomor sekaligus. Pelaku sengaja membiarkan telepon berdering singkat agar korban merasa penasaran, lalu melakukan panggilan balik ke nomor internasional bertarif premium tersebut.

Biaya tagihan telepon atau pulsa korban yang membengkak akibat panggilan balik ini kemudian menjadi sumber keuntungan bagi pelaku. Berdasarkan laporan Global Telco Consult, pendapatan dari tarif premium per menit tersebut dibagi antara pihak pengoperasir nomor premium dengan pelaku penipuan.

Selain Wangiri, perbankan juga menyoroti ancaman Voice Phishing menggunakan aplikasi Voice over Internet Protocol (VoIP) berbahaya yang mampu menduplikasi nomor kontak resmi. Sistem ini mengintegrasikan fitur pengubah nada suara serta simulasi kebisingan latar belakang seperti sirene polisi untuk memanipulasi psikologis masyarakat.

Penipu yang menyamar sebagai pihak berwenang atau bank akan mendesak korban melakukan transfer ke rekening penampungan atau mencuri kode OTP dan data biometrik. Guna menghindari kerugian, masyarakat diimbau mengaktifkan fitur pemblokiran bawaan ponsel, menggunakan aplikasi pengidentifikasi spam, serta tidak memberikan informasi sensitif.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed