Mojtaba Khamenei Setujui MoU Iran AS dan Sebut Trump Putus Asa
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memberikan persetujuan terhadap nota kesepahaman (MoU) perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat yang ditandatangani oleh kedua kepala negara pada Rabu (17/6).
Pernyataan resmi yang disiarkan televisi pemerintah Iran dan dilansir Press TV serta AFP pada Jumat (19/6) itu menjadi respons pertama Mojtaba. Persetujuan tetap diberikan demi melindungi hak bangsa serta front perlawanan, kendati dirinya mengaku sempat memiliki perbedaan pandangan di awal proses.
Kesepakatan yang ditandatangani secara jarak jauh oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump ini mengakhiri konflik secara permanen di seluruh front, termasuk Lebanon. Kerja sama ini juga memulai gencatan senjata selama 60 hari, memulihkan lalu lintas komersial di Selat Hormuz, membuka rencana rekonstruksi senilai US$ 300 miliar, serta mencabut blokade dan sanksi ekonomi AS terhadap Iran.
Apresiasi setinggi-tingginya diberikan Mojtaba kepada jajaran pejabat Iran yang mengawal proses diplomasi ini. Kendati demikian, dirinya menilai bahwa Trump memanfaatkan berbagai posisi tawar dalam negosiasi tersebut karena berada dalam situasi terdesak.
"Dalam proses mencapai tahap ini, para pejabat, tentu dengan belas kasih dan niat baik, telah melakukan banyak upaya. Dan tentu saja, Presiden AS-lah yang, karena putus asa, menggunakan berbagai titik tawar untuk tujuan ini," kata Mojtaba dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (18/6).
Pezeshkian disebut telah memberikan komitmen penuh untuk menjaga kedaulatan negara selama proses penandatanganan berlangsung. Hal tersebut menjadi alasan utama bagi sang Pemimpin Tertinggi untuk mengizinkan kesepakatan bilateral ini berjalan.
"Pada prinsipnya, saya memiliki pandangan yang berbeda (mengenai nota kesepahaman), tetapi saya memberikan izin saya karena komitmen yang diberikan oleh Presiden (Iran) yang terhormat, sebagai ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, atas nama dirinya sendiri dan anggota lainnya untuk melindungi hak-hak bangsa Iran dan Front Perlawanan," ucap Mojtaba dalam pernyataannya.
Ketegasan juga ditunjukkan pihak Iran mengenai kelanjutan diplomasi kedua negara di masa depan. Pezeshkian memastikan bahwa Teheran tidak akan tunduk pada tekanan-tekanan sepihak dari pihak Washington.
"Jelas bahwa negosiasi tatap muka yang akan berlangsung di masa mendatang, tidak akan berarti menerima sudut pandang musuh," tegas Mojtaba.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow