Donald Trump Ungkap Keinginan Penyatuan Irlandia di Dublin

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya untuk melihat penyatuan kembali Irlandia dan Irlandia Utara saat kunjungannya ke Dublin, Irlandia, pada Sabtu (12/9/2026) hingga Minggu (13/9/2026).

Trump bertemu dengan Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin dan menyebut bahwa penyatuan tersebut akan menjadi hal luar biasa yang pada akhirnya pasti terjadi, dengan Inggris memiliki suara dalam proses itu, dilansir AFP dan Kompas.

Pulau Irlandia terbagi sejak 1921 antara Republik Irlandia di selatan dan Irlandia Utara yang menjadi bagian dari Inggris Raya. Berdasarkan Perjanjian Jumat Agung 1998, referendum penyatuan dapat diadakan jika mayoritas penduduk Irlandia Utara mendukung dan juga mendapat persetujuan dari Republik Irlandia.

Trump menyatakan dalam wawancara setelah pertemuan dengan Martin, "Saya tidak ingin menimbulkan masalah, tetapi saya sangat ingin melihatnya bersatu." Dia menambahkan, "Hal itu pada akhirnya pasti akan terjadi. Jadi, sebaiknya hal itu terjadi sekarang saja. Menurut saya, itu akan menjadi hal yang luar biasa."

Kunjungan Trump juga membahas isu ekonomi dan perang Iran yang berpengaruh pada perdagangan dan keamanan kawasan. Trump dijadwalkan bertemu Presiden Irlandia Catherine Connolly dan para pemimpin bisnis Amerika dan Irlandia.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menegaskan bahwa referendum penyatuan Irlandia Utara tidak masuk dalam agenda pemerintah Inggris. Juru bicara kantor Burnham mengacu pada pernyataan Burnham di parlemen yang berjanji untuk "berpegang teguh 100 persen pada Perjanjian Jumat Agung," seperti dikutip dari Detik dan Akurat.

Robert Jenrick, tokoh Partai Reformasi Britania Raya, mengecam pernyataan Trump dan menilai Trump salah soal isu penyatuan Irlandia. "Kami adalah partai unionis. Petunjuknya ada pada nama kami, Reform UK, dan kami akan selalu mendukung persatuan," ujar Jenrick.

Dia menegaskan Trump tidak seharusnya campur tangan dalam politik Inggris, "Perbatasan kami adalah perbatasan kami. Reform akan selalu membela Britania Raya."

Kehadiran Trump di Dublin juga memicu demonstrasi dari warga yang menolak kunjungannya. Polisi menutup akses ke Phoenix Park, lokasi pertemuan resmi pemerintah dan duta besar. Demonstran mengibarkan bendera Irlandia dan Palestina serta meneriakkan penolakan terhadap Trump.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed