Trump Tegaskan Perang Melawan Iran Berlanjut Jelang Pemilu AS

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa perang melawan Iran akan berlanjut hingga pemilu sela pada November 2026, sambil menuduh Iran berupaya memengaruhi hasil pemungutan suara tersebut.

Trump menyampaikan pandangannya ini dalam beberapa kesempatan, termasuk saat menghadiri peringatan 25 tahun serangan 11 September di Pentagon pada 11 September 2026, serta saat berbicara kepada wartawan sebelum menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik di Dallas pada 9 September.

Dalam pidatonya di Pentagon, Trump mengaitkan perang melawan Iran dengan perjuangan melawan teror yang dimulai setelah serangan 9/11, dan menegaskan AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

"Hari ini kita memperbarui sumpah suci yang pertama kali kita ucapkan atas nama mereka seperempat abad yang lalu. Kita tidak akan pernah, sama sekali tidak akan pernah, melupakan peristiwa itu. Itulah kenapa kita berjuang hari ini," ujar Trump, didampingi Ibu Negara Melania Trump, seperti dilansir AFP.

Trump menambahkan, "Kita tidak punya pilihan. Hanya ada kemenangan. Kita berjuang keras.

Kita berjuang untuk menang." Pernyataan itu menegaskan tekad AS dalam perang yang telah memasuki bulan ketujuh sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026.

Menanggapi tuduhan Trump soal upaya Iran memengaruhi pemilu, dia berkata, "Saya pikir perang akan berakhir segera setelah pemilihan karena mereka tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Mereka sangat ingin mencoba memengaruhi pemilihan," kata Trump kepada wartawan, dikutip dari Arab News.

Trump juga menyebut kemungkinan negosiasi diplomatik tetap terbuka, tetapi bukan prioritas utama pemerintahannya. "Ya, negosiasi mungkin saja terjadi, tetapi itu bukan sesuatu yang sedang kami pertimbangkan," kata Trump.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengeluarkan pernyataan keras saat berpidato di acara peringatan 9/11 di Pentagon. Ia menyatakan bahwa AS akan terus melanjutkan tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran.

"Kami akan menuntaskan perang ini," ujar Hegseth. Ia mengklaim pasukan AS telah meluluhlantakkan kemampuan militer Iran, namun operasi militer masih berlangsung dan Iran masih melakukan serangan balasan.

Hegseth menegaskan tujuan utama perang tetap mencegah Iran memiliki senjata nuklir dan menambah tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Konflik yang telah menyebabkan kenaikan harga minyak dunia di atas $100 per barel ini juga berdampak pada situasi politik dalam negeri AS. Jajak pendapat terbaru menunjukan tingkat persetujuan Trump turun ke angka 33%, titik terendah sepanjang masa jabatannya, akibat frustrasi publik atas perang dan krisis biaya hidup.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed