MSCI Turunkan Kriteria Arus Informasi Pasar Modal Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Lembaga penyedia indeks global MSCI Inc. menurunkan peringkat kriteria arus informasi Indonesia menjadi negatif dalam laporan Global Market Accessibility Review 2026 yang dirilis pada Kamis (18/6/2026) waktu setempat. Meski demikian, status Indonesia dipastikan tetap bertahan dalam kategori pasar negara berkembang atau emerging market.

Asesmen MSCI menunjukkan penurunan kriteria dari semula positif (+) menjadi negatif (-) akibat kekhawatiran terkait transparansi struktur kepemilikan saham serta indikasi perdagangan semu di pasar saham domestik. Ketidakjelasan data kepemilikan tersebut dinilai membatasi kemampuan investor global dalam menilai jumlah saham beredar di publik secara akurat.

Selain masalah transparansi, laporan yang dilansir dari Reuters tersebut menyoroti keterbatasan akses pada pasar valuta asing (valas) dalam negeri yang dinilai masih sangat terbatas bagi investor asing.

"Tidak ada pasar mata uang luar negeri (offshore) yang efisien, dan terdapat pembatasan pada pasar mata uang dalam negeri (onshore) di Indonesia," tulis MSCI dalam laporannya.

Sentimen dari laporan ini mempengaruhi kinerja pasar keuangan domestik, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 27 persen sepanjang tahun 2026 berjalan. Investor asing juga tercatat membukukan aksi jual bersih sebesar US$3,76 miliar atau sekitar Rp67 triliun dengan asumsi kurs Rp17.826 per dolar AS. Jika penurunan status ke pasar perintis benar terjadi, potensi aliran dana keluar dari Indonesia diperkirakan mencapai US$13 miliar atau setara Rp231,7 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa catatan tersebut menjadi penegasan bagi arah reformasi pasar modal yang sedang diakselerasi oleh pemerintah bersama otoritas terkait.

“Catatan MSCI justru menegaskan bahwa fundamental ekonomi dan akses pasar Indonesia tetap kuat. Yang menjadi perhatian adalah aspek transparansi dan integritas pasar, dan di sinilah Pemerintah bersama OJK dan BEI telah dan terus melakukan reformasi secara konkret, mulai dari penyesuaian free float, keterbukaan pemilik manfaat akhir, hingga pendalaman pasar. Kami optimistis Indonesia tetap berada pada jalur emerging market, dan Pemerintah berkomitmen menuntaskan agenda reformasi ini untuk menjaga kepercayaan investor,” ujar Airlangga Hartarto.

Pemerintah bersama OJK telah memberlakukan sejumlah langkah strategis, termasuk menaikkan batas free float menjadi 15 persen secara bertahap sejak Maret 2026 serta mempublikasikan nama pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen secara rutin. Di sektor eksternal, Bank Indonesia turut mendukung stabilitas melalui bauran kebijakan termasuk penyesuaian suku bunga acuan menjadi 5,75 persen pada Juni 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menjelaskan bahwa secara umum mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia dari total 18 kriteria yang diuji sebenarnya tetap terjaga dengan baik, di mana 10 kriteria mendulang penilaian tertinggi double plus (++).

"Terkait aspek Information Flow di atas, Kami memandang masukan tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang saat ini sedang dijalankan bersama oleh OJK, Bursa Efek Indonesia, KSEI, KPEI, serta seluruh pelaku industri," ujar Hasan Fawzi dalam keterangan resmi tertulis pada Jumat (19/6/2026).

OJK mencatat adanya pengakuan MSCI terhadap perbaikan teknis pada tingkat liberalisasi pasar valas walaupun hasil akhirnya dinilai masih memerlukan peningkatan lanjutan.

"Sebagai langkah tindak lanjut, kami terus melakukan koordinasi intensif di Internal OJK dan dengan otoritas terkait seperti Bank Indonesia guna memastikan ke depan akan lebih baik dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko yang govern dan sejalan dengan kebijakan makroprudensial nasional untuk mencegah volatilitas pasar," terang Hasan Fawzi lebih lanjut.

Agenda koordinasi komprehensif ini terus berjalan konsisten menjelang pengumuman resmi klasifikasi tahunan oleh MSCI melalui Annual Market Classification Review yang dijadwalkan pada 23 Juni 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed