NATO Kecam Rusia Setelah Drone Jatuh di Rumania
Aliansi NATO dan pemerintah Rumania melayangkan protes keras setelah sebuah drone milik militer Rusia jatuh dan menghantam gedung apartemen di kota Galati, Rumania timur, hingga melukai dua orang warga pada Jumat, 29 Mei 2026.
Insiden tersebut terjadi di tengah gelombang serangan udara besar-besaran oleh Rusia yang menargetkan jaringan listrik Ukraina dengan mengerahkan 232 drone dan satu rudal balistik Iskander-M/S-400, di mana pasukan Ukraina dilaporkan berhasil menembak jatuh 217 drone.
Kementerian Luar Negeri Rumania langsung merespons keras peristiwa tersebut karena dinilai telah melanggar hukum internasional secara serius serta meningkatkan risiko konfrontasi terbuka di wilayah timur NATO.
Menteri Luar Negeri Rumania Oana Toiu menyatakan langkah diplomatik tegas akan segera diambil oleh pemerintahnya menyusul tindakan tidak bertanggung jawab dari Federasi Rusia tersebut.
"Kami akan secara resmi menyampaikan konsekuensi dari ketidakbertanggungjawaban Federasi Rusia ini terhadap hubungan diplomatik kedua negara, serta langkah selanjutnya di tingkat Eropa terkait paket sanksi," tulis Oana Toiu melalui media sosial.
Pihak kepresidenan Rumania juga menegaskan tidak akan membiarkan dampak dari perang agresif Rusia merugikan warganya, serta telah meminta kementerian terkait untuk menyusun tindakan balasan yang proporsional.
Kecaman juga datang dari para pejabat tinggi negara-negara sekutu Eropa yang menilai tindakan Rusia semakin membahayakan stabilitas kawasan secara luas.
"Bagaimanapun motifnya, apakah itu disengaja atau akibat dari ketidakmampuan, Rusia tetap berbahaya dan kita harus mempertahankan diri darinya," kata Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski kepada kantor berita Reuters.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen turut memberikan pernyataan bahwa agresi militer yang dilakukan oleh Rusia kini telah melewati batas baru yang mengkhawatirkan.
"Perang agresi Rusia telah melintasi garis batas lainnya," kata Ursula von der Leyen.
Pihak Ukraina yang wilayahnya berbatasan langsung menyatakan kesiapan untuk memperkuat pertahanan udara bersama demi menekan risiko bagi negara-negara tetangga.
"Ukraina berdiri kokoh bersama Rumania," tulis Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha melalui akun media sosialnya.
Ia menambahkan bahwa upaya memperkuat pertahanan udara Ukraina merupakan langkah strategis yang tidak hanya melindungi negaranya tetapi juga mengurangi ancaman keamanan di wilayah Laut Hitam dan benua Eropa.
"Kami siap bekerja sama secara erat untuk memperkuat perlindungan dari ancaman semacam itu," kata Andrii Sybiha.
Merespons situasi yang terus memanas, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan agar seluruh pihak segera menahan diri demi mencegah dampak buruk yang tidak terduga.
"Konsekuesi yang tidak diketahui dan tidak disengaja," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan risiko eskalasi yang bisa berjalan di luar kendali.
Sementara itu, perwakilan militer dari aliansi pertahanan Atlantik Utara menegaskan komitmen penuh mereka untuk menjaga kedaulatan seluruh wilayah anggota dari segala bentuk intrusi asing.
"Kami akan mempertahankan setiap jengkel wilayah NATO," tulis Duta Besar Amerika Serikat untuk NATO Matthew Whitaker di media sosial.
Penegasan serupa disampaikan oleh pimpinan tertinggi aliansi yang menyatakan bahwa dampak dari perang ilegal ini terbukti tidak berhenti di garis perbatasan saja.
"Perilaku sembrono Rusia adalah bahaya bagi kita semua," kata Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Ia menekankan bahwa peristiwa malam tersebut kembali menunjukkan bahwa implikasi dari tindakan agresi Rusia merupakan ancaman nyata bagi keamanan bersama seluruh anggota aliansi.
"Semalam menunjukkan sekali lagi bahwa implikasi dari perang agresi ilegal mereka tidak berhenti di perbatasan," kata Mark Rutte.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow