Ratusan Orang Demo di Kedutaan Israel di Bangkok Terkait Perilaku Wisatawan
Ratusan orang menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Israel di Bangkok, Thailand, pada Kamis lalu menuntut tindakan atas perilaku wisatawan Israel yang dianggap meresahkan dan melanggar norma setempat, dilansir dari Detik Travel.
Demonstrasi dipimpin oleh aktivis politik Thailand, Sondhi Limthongkul, yang membacakan surat terbuka kepada Duta Besar Israel untuk Thailand, Alona Fisher-Kamm.
"Era basa-basi diplomatik dan sikap diam yang selama ini dianggap sebagai bentuk persetujuan sudah berakhir," ujar Sondhi.
Sondhi menyoroti perilaku wisatawan Israel yang melanggar hukum, mengganggu ketertiban, serta tidak menghormati tradisi dan budaya lokal.
"Kedermawanan tidak boleh disalahartikan sebagai kelemahan, keramahan tidak berarti tunduk pada eksploitasi, dan kesopanan bukanlah izin terbuka bagi siapa pun untuk bertindak tanpa konsekuensi di wilayah kedaulatan kami," tutur Sondhi.
Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah seorang wisatawan Israel yang mengancam pemilik kebun binatang di Koh Samui karena kebun binatang tersebut memasang bendera Palestina. Pelaku kemudian dideportasi sesuai aturan baru yang memudahkan pengusiran warga asing yang melanggar hukum.
Masalah wisatawan asing di Thailand tidak hanya terbatas pada warga Israel. Pada Juli, video perselisihan antara seorang perempuan Thailand dengan sekelompok mahasiswa Italia di kereta Bangkok juga viral, dan Kedutaan Besar Italia mengunggah permintaan maaf dari kelompok tersebut.
Duta Besar Israel, Alona Fisher-Kamm, telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, membahas kekhawatiran terkait perilaku wisatawan Israel dan upaya penanganannya.
Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Israel di Thailand, Rami Teplitskiy, menyatakan pihaknya tidak mengabaikan sentimen negatif dan sedang bekerja sama dengan pemerintah Thailand untuk mengatasi persoalan tersebut.
"Kedutaan akan terus bekerja keras untuk membangun persahabatan yang berkelanjutan dan memastikan semua orang dapat menikmati Thailand dengan saling menghormati," ujar Teplitskiy.
Teplitskiy juga menambahkan bahwa wisatawan Israel yang akan berkunjung ke Thailand akan mendapat panduan resmi agar menghormati hukum dan budaya setempat.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, menegaskan bahwa meskipun Thailand terbuka untuk wisatawan, keramahan memiliki batas.
"Thailand adalah negara yang menyambut wisatawan, tetapi pada saat yang sama, keramahan kami bukan berarti wisatawan, terlepas dari kewarganegaraannya, dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan di Thailand," kata Sihasak.
Selama delapan bulan pertama 2026, lebih dari 277.000 warga Israel tercatat mengunjungi Thailand, meningkat sekitar 7% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut laporan Detik Travel.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow