Nauru dan Kongo Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem Dukung Israel

Smallest Font
Largest Font

Negara kecil Nauru dan Republik Demokratik Kongo memutuskan memindahkan kedutaan besar mereka ke Yerusalem sebagai bentuk dukungan terhadap kedaulatan Israel atas kota yang dipersengketakan tersebut.

Nauru resmi membuka kantor kedutaan besar di Yerusalem, mengikuti jejak segelintir negara yang mengambil langkah serupa sejak Amerika Serikat memindahkan kedutaan besar mereka ke kota suci tersebut pada 2018, menurut AFP. Kongo juga sepakat memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem setelah kunjungan Presiden Felix Tshisekedi ke Yerusalem dan pertemuan dengan PM Israel Benjamin Netanyahu pada 1 September 2026.

Wakil Presiden sekaligus Menteri Luar Negeri Nauru, Lionel Aingimea, mengatakan, "Kami memandang pembukaan kedutaan besar di Yerusalem ini bukan hanya sebagai upaya mempererat hubungan kami dengan Israel, melainkan juga sebagai pesan kepada dunia mengenai posisi kami."

Sementara itu, Presiden Kongo Felix Tshisekedi menyatakan ambisinya membangun kemitraan yang pragmatis dan saling menguntungkan dengan Israel. "Ambisi kami adalah membangun kemitraan modern, pragmatis, dan saling menguntungkan dengan Israel, yang diukur tidak hanya dari perjanjian yang kami tanda tangani, tetapi dari pelaksanaannya dan hasil yang dirasakan oleh kedua rakyat kita," ujar Tshisekedi, dilansir Israel National News.

Kedua negara sepakat membuka kedutaan baru di ibu kota masing-masing, dengan Israel yang belum memiliki kedutaan permanen di Kongo dan hanya mengoperasikan konsulat kehormatan di Kinshasa. Kongo sendiri telah menempatkan seksi ekonomi di Yerusalem sejak 2020.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyebut Nauru sebagai "salah satu sahabat terbaik Israel" dan menyatakan bahwa negara lain akan segera mengikuti jejak Nauru. Ia juga menyebut Kolombia diperkirakan akan membuka kedutaan di Yerusalem pada awal Oktober setelah pengumuman dari presiden baru berhaluan kanan, Abelardo de la Espriella.

Netanyahu menyampaikan, "Ini adalah persahabatan yang luar biasa, kami sedang memperkuatnya dan kunjungan ini akan membantu memperkokohnya lebih jauh lagi," saat bertemu dengan Tshisekedi, menggarisbawahi kerja sama yang meliputi diplomasi, pertanian, pangan, teknologi, pertahanan, dan kesehatan.

Hubungan diplomatik antara Kongo dan Israel bermula sejak 1960, sempat terputus pada 1973 karena tekanan Liga Arab, dan kembali menguat sejak awal 1980-an. Kemitraan ini meningkat pesat sejak Tshisekedi menjabat pada 2019, termasuk menunjuk duta besar pertama untuk Israel setelah dua dekade absen.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed