OGC Nice Hadapi Saint-Etienne Tanpa Pemain Piala Dunia

Smallest Font
Largest Font

OGC Nice menghadapi krisis pemain menjelang laga penentuan play-off promosi-degradasi Ligue 1 melawan AS Saint-Etienne pada Selasa, 26 Mei 2026, akibat benturan jadwal dengan agenda pemusatan latihan Piala Dunia 2026.

Masalah ini memicu gelombang protes dari manajemen klub karena jadwal krusial tersebut bertepatan dengan kewajiban pelepasan pemain ke tim nasional masing-masing.

Wakil Presiden Delegasi Nice, Maurice Cohen, langsung mengirimkan surat tercatat kepada Presiden LFP, Vincent Labrune, untuk memprotes keputusan penyelenggaraan pertandingan penting di luar kalender internasional FIFA tersebut.

"Une atteinte manifeste au principe fondamental d’équité sportive" kata Maurice Cohen, Wakil Presiden Delegasi Nice, dalam suratnya.

Pihak klub menganggap ketetapan jadwal ini merugikan keadilan berkompetisi dan mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap otoritas liga Prancis.

"Ce n’est pas non plus les 40.000 minions Lensois contre les 15.000 moches et méchants Niçois" cetus William Humberset, Jurnalis Nice-Matin.

Pernyataan tersebut menggambarkan tensi tinggi yang menyelimuti pendukung klub menjelang akhir musim yang berat ini.

"être un vrai supporter, c’est être là quand ça va pas" tutur seorang suporter setia Gym saat rombongan bus bertolak menuju Stade de France.

Kondisi internal tim semakin dipojokkan oleh sanksi disiplin dan pembatasan keamanan di area stadion.

"Une honte pour l’image du foot" kecam Menteri Olahraga Prancis menanggapi insiden kerusuhan antarsuporter sebelumnya.

Akibatnya, pertandingan leg pertama terpaksa digelar dalam pengawasan ketat serta pembatasan konsumsi alkohol di zona tertentu.

"On va rajeunir l’effectif" cetus Claude Joye, Pemegang Saham Utama Sporting Toulon, secara terpisah mengenai tren perombakan tim.

Kondisi darurat skuat dialami kedua tim setelah FIFA secara resmi menolak permohonan dispensasi yang diajukan oleh LFP agar para pemain internasional bisa menunda pembelaan negara.

Berdasarkan regulasi resmi FIFA, seluruh pemain yang dipanggil tim nasional untuk Piala Dunia 2026 wajib dilepas per 25 mai 2026, tepat sehari sebelum laga leg pertama digelar.

Dilansir dari L'Equipe, penolakan dispensasi ini berdampak pada potensi absennya 12 pemain dari kedua belah pihak.

"Je think c'est la bonne année" ucap Sage memberikan pandangannya mengenai momentum persaingan kompetisi musim ini.

Pelatih OGC Nice, Claude Puel, akhirnya memutuskan untuk memasang Mohamed-Ali Cho sejak menit awal demi mengisi kekosongan lini serang akibat absennya Elye Wahi yang terkena skorsing.

Lini depan Nice diperkuat oleh kombinasi Cho, Tiago Gouveia, dan Sofiane Diop dalam formasi taktis 3-4-3 yang diturunkan di Stadion Geoffroy-Guichard.

Di kubu lawan, pelatih Saint-Etienne, Philippe Montanier, menerapkan formasi 4-3-3 dengan mengandalkan gelandang muda berusia 19 tahun, Luan Gadegbeku, sebagai kejutan di sektor tengah.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed