I.League Rilis Nominasi Penghargaan Individu BRI Super League 2025/2026

Smallest Font
Largest Font

Operator kompetisi I.League resmi mengumumkan daftar nominasi penghargaan individu untuk BRI Super League musim 2025/2026 di Jakarta pada Kamis (21/5/2026) seiring bergulirnya pekan terakhir liga.

Pengumuman ini memicu respons dari para kandidat menjelang laga penentu, termasuk bek Persib Bandung Federico Barba yang meminta timnya tetap menjaga fokus menghadapi laga terakhir.

Persib Bandung yang kini mengoleksi 78 poin dari 32 pertandingan akan berhadapan dengan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu (23/5/2026) sore untuk mengunci gelar juara.

Proses penilaian penghargaan dilakukan melalui evaluasi Technical Study Group (TSG) dengan mengombinasikan data statistik, kontribusi tim, konsistensi, hingga aspek sportivitas sepanjang musim bergulir.

"Kompetisi musim ini berjalan sangat menarik hingga pekan terakhir. Persaingan tidak hanya terjadi dalam perebutan gelar juara, tetapi juga dalam penampilan individu yang konsisten dan berdampak besar bagi tim masing-masing. Nominasi ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras, kualitas, dan kontribusi mereka sepanjang musim," ujar Ferry Paulus, Direktur Utama I.League.

Pihak penyelenggara menegaskan bahwa pemilihan para nomine dilakukan secara menyeluruh untuk menilai dampak nyata setiap figur terhadap performa klub secara kolektif.

"Kami ingin penghargaan ini benar-benar mencerminkan kualitas terbaik kompetisi. Karena itu, penilaian dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan angka statistik, tetapi juga dampak pemain dan pelatih terhadap permainan tim," tambah Ferry Paulus.

Lima pemain masuk dalam nominasi pemain terbaik, yaitu Mariano Peralta dan Juan Villa dari Borneo FC Samarinda, Federico Barba dan Beckham Putra dari Persib Bandung, serta Allano Brendon dari Persija Jakarta.

"Saya sangat setuju dengan pelatih. Saya tidak merasakan antusiasme ini karena kami belum mencapai apa pun. Jadi, saya sangat fokus pada pertandingan ini," kata Federico Barba, Bek Persib Bandung.

Barba yang mencatatkan 5 gol, 29 tekel, 100 intersep, dan 60 sapuan musim ini mengingatkan seluruh elemen klub untuk tidak terdistraksi oleh rencana konvoi juara dari manajemen maupun pemerintah daerah.

"Saya pikir bagian terbaiknya adalah kami berada di tempat yang kami inginkan. Kami telah sampai pada pertandingan ini, kami memiliki segalanya di tangan kami, dan kami hanya perlu fokus karena ini akan menjadi pertandingan yang sulit," jelas Federico Barba.

Pemain asal Italia tersebut menegaskan pentingnya menjaga konsentrasi penuh karena Maung Bandung akan menghadapi perlawanan ketat dari Persijap di hadapan publik sendiri.

"Jadi, kami tahu di kandang sendiri kami sangat kuat. Kami sudah tahu itu, tetapi kami bermain melawan tim yang bagus."

"Jadi ini akan menjadi sulit, dan saya hanya memikirkan tentang ini, tentang pertandingan ini, dan apa yang akan terjadi setelahnya, jujur saja saya tak peduli saat ini," pungkas Federico Barba.

Di kubu lain, pelatih Borneo FC Samarinda Fabio Lefundes menaruh rasa bangga setelah dirinya masuk dalam nominasi pelatih terbaik bersama Bojan Hodak dari Persib dan Paul Munster dari Bhayangkara Presisi Lampung FC.

"Aku sangat bahagia, karena kalau misalnya aku bisa di nominasi itu artinya aku kerja bagus. Tapi itu berhubungan dengan semua orang yang lindungi (Bantu) saya, ada staf pelatih dan pemain," ungkap Fabio Lefundes, Pelatih Borneo FC Samarinda.

Fabio menilai dominasi perwakilan Pesut Etam di berbagai kategori penghargaan individu merupakan buah dari konsistensi dan kerja sama kolektif dari seluruh elemen tim sepanjang musim.

"Saya sangat apresiasi dan berterima kasih kepada pemain, kepada staf saya yang kerja di Borneo FC. Bukan cuma staf yang saya bawa, tapi juga staf yang sudah ada di sini dan sangat membantu saya," katanya Fabio Lefundes.

Ia juga memberikan pujian khusus kepada anak asuhnya, Mariano Peralta, yang telah mencetak 18 gol dan 13 assist, sebagai kandidat terkuat peraih gelar pemain terbaik.

"Itu hasil konsistensi. Kita ada nominasi pemain terbaik, nominasi kiper terbaik dan pemain muda terbaik. Rivaldo masuk nominasi, lalu ada dua pemain Borneo yang jadi kandidat pemain terbaik," ucap Fabio Lefundes.

Juru taktik asal Brasil tersebut menolak anggapan jika performa impresif Borneo FC musim ini hanya bertumpu pada kemampuan individu striker asing mereka tersebut.

"Dengan sangat hormat yang di nominasi bersama Mariano, menurut saya tidak ada yang lebih bagus dari dia di kompetisi ini," tegas Fabio Lefundes.

Fabio menekankan bahwa produktivitas Peralta merupakan hasil sokongan penuh dari pemain lain seperti Juan Villa, Clayton, Nadeo Argawinata, Christhope Nduwarugira, hingga Caxambu.

"Kalau orang bilang Borneo FC konsisten cuma karena Peralta, menurut saya mereka tidak respek dengan tim ini. Ini olahraga kolektif," katanya Fabio Lefundes.

Rentetan performa impresif sang penyerang di lapangan diakui memberi pengaruh yang sangat besar bagi kestabilan permainan Borneo FC hingga pekan terakhir liga.

"Tapi jujur, dia pemain terbaik karena kerja sangat bagus di posisinya dan sangat berpengaruh di dalam lapangan," ujarnya Fabio Lefundes.

Sementara itu, penyerang Borneo FC Mariano Peralta menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan lewat nominasi individu tersebut.

"Soal nominasi aku sangat apresiasi. Pasti aku juga apresiasi kepada teman-teman yang sangat bantu supaya aku bisa ada dalam nominasi ini," kata Mariano Peralta, Penyerang Borneo FC Samarinda.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed