Kalteng FC Menelan Dua Kekalahan Beruntun Mundari Karya Tetap Optimistis

Smallest Font
Largest Font

Awal musim BRI Super League 2026/2027 menjadi fase berat bagi Isenmulang Kalteng FC setelah menelan dua kekalahan beruntun, seperti dilansir dari Bola. Tim tersebut harus merelakan gawangnya dibobol sebanyak 8 kali dalam dua laga perdana.

Hasil buruk dimulai saat Isenmulang takluk 0-4 dari Arema FC pada pekan pertama. Tren negatif berlanjut di pekan kedua ketika Bali United menumbangkan Douglas Cruz dan rekan-rekan dengan skor 4-1.

Hasil ini berpotensi meruntuhkan mental bertanding para pemain. Meski demikian, pelatih kepala Mundari Karya menegaskan keyakinannya bahwa anak asuhnya sanggup keluar dari tekanan pada pertandingan berikutnya.

Pada laga mendatang, Isenmulang dijadwalkan melakoni laga tandang ke Lampung untuk meladeni kekuatan Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Mundari Karya menjelaskan bahwa skuadnya masih membutuhkan masa adaptasi setelah berhasil promosi ke kompetisi kasta tertinggi BRI Super League 2026/2027.

Proses penyesuaian ini dinilai sangat krusial, terutama bagi deretan pemain asing yang baru pertama kali merumput di panggung sepak bola Indonesia.

"Ya, yang pertama memang harus kami lakukan adalah memberi kepercayaan pada pemain. Seperti dari awal saya katakan tim meperlu beradaptasi dengan suasana tingkat Super League," kata Mundari Karya.

"Jadi ini yang harus disadari oleh pemain karena skuad kami sekarang hampir semuanya dihuni pemain musim lalu. Hanya ditambah beberapa pemain asing yang belum pernah main di Indonesia. Jadi kami perlu beradaptasi lagi," tutur Mundari Karya.

Mayoritas legiun asing Isenmulang memang belum berpengalaman di Super League, di antaranya Rafael Ribeiro, Modou Manneh, Kenji Nishioka, dan Sergio Mendonca.

Hanya Leo Lelis yang sudah mengenal atmosfer kompetisi tertinggi saat membela Persebaya dan Borneo FC. Sementara Adilson Silva sempat memperkuat Persekat Tegal dan PSM Makassar sebelum bergabung dengan Isenmulang sejak di Pegadaian Championship.

Mantan pelatih PSPS Pekanbaru itu memperkirakan setidaknya dibutuhkan waktu hingga lima pertandingan agar performa dan skema permainan tim bisa terbentuk dengan baik.

"Ini jadi tantangan untuk kami ke depannya. Mungkin menurut saya, dalam lima pertandingan baru terlihat bentuk permainan kami seperti apa," kata Mundari Karya.

Rasa kecewa atas hasil buruk di dua laga awal juga dirasakan oleh gelandang asing Isenmulang, Makan Konate. Kendati demikian, ia sepakat dengan sang pelatih dan optimistis timnya bisa segera bangkit.

"Insyallah saya percaya sama teman-teman, kami bisa bangkit. Ini baru dua pertandingan dan seperti yang pelatih katakan, kami perlu melakukan evaluasi," kata Makan Konate.

"Berproses selangkah demi selangkah agar kami bisa lebih fokus dan kerja keras lagi di laga berikutnya," kata Makan Konate.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed