Film Obsession Geser The Mandalorian and Grogu di Box Office
Film horor independen berjudul Obsession berhasil merebut posisi puncak box office dari film Star Wars: The Mandalorian and Grogu pada hari Rabu (27/5/2026). Pergeseran posisi ini menjadi sorotan besar karena film horor beranggaran rendah tersebut mampu menumbangkan waralaba raksasa Hollywood produksi Disney.
Dilansir dari Fox News, film Obsession diproduksi dengan perkiraan anggaran hanya sebesar 750.000 dolar AS oleh seorang sutradara yang aktif di YouTube dan TikTok. Sementara itu, film The Mandalorian and Grogu dilaporkan menghabiskan biaya produksi dan pemasaran yang fantastis, yakni mencapai lebih dari 300 million dolar AS.
Performa finansial film terbaru Star Wars ini dinilai mengecewakan meski sempat memuncaki box office pada akhir pekan liburan Memorial Day. Selama akhir pekan liburan empat hari tersebut, The Mandalorian and Grogu meraup pendapatan sekitar 102 juta dolar AS, sedangkan pendapatan pembukaan tiga harinya tercatat sebesar 82 juta dolar AS.
Angka tersebut menunjukkan penurunan drastis bagi waralaba Star Wars jika dibandingkan dengan film Solo yang rilis pada 2018. Setelah disesuaikan dengan inflasi nilai mata uang tahun 2026, pendapatan pembukaan tiga hari Solo setara dengan 109 hingga 110 juta dolar AS, sementara debut empat hari Memorial Day milik Solo mencapai sekitar 136,6 juta dolar AS.
Penurunan minat penonton ini diperkuat oleh ulasan negatif dari sejumlah media massa internasional terhadap kualitas penceritaan film tersebut. Beberapa kritikus menilai Disney terlalu bergantung pada replikasi karakter lama dan nostalgia murah yang gagal mempertahankan keterikatan penonton terhadap jenama Star Wars.
"The Force is Female," kata Kathleen Kennedy, Mantan Presiden Lucasfilm.
Pernyataan tersebut dinilai oleh kritikus sebagai langkah yang lebih menekankan pemberdayaan perempuan dibandingkan pengembangan karakter dan penceritaan yang tepat. Selain itu, keputusan Disney memecat Gina Carano setelah musim kedua, kegagalan film Solo, serta pembatalan serial The Acolyte memperpanjang daftar masalah waralaba ini.
"It’s felt like homework" tulis BBC.
Media tersebut mengkritik bahwa menyaksikan Star Wars saat ini terasa seperti beban untuk menghubungkan cerita dan karakter yang dinilai kurang berkesan bagi penonton. Kritik tajam mengenai kualitas penyusunan skenario film baru ini juga disuarakan oleh media lainnya.
"The Mandalorian and Grogu is Barely A Movie," tulis Inverse.
Ulasan dari Inverse tersebut menilai bahwa tayangan berdurasi panjang ini terasa seperti beberapa episode lemah dari serial Disney+ yang dipaksakan dan diulur agar menjadi sebuah film layar lebar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow